Bolehkah Membawa Anak dan Bayi Ziarah Kubur Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama dan Etika yang Perlu Diperhatikan!
HAIJAKARTA.ID- Bolehkah membawa anak dan bayi ziarah kubur menurut Islam? Pertanyaan ini kerap muncul karena pemakaman sering dianggap sebagai tempat yang kurang cocok bagi anak-anak.
Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk doa kepada orang yang telah meninggal dunia sekaligus pengingat bagi manusia tentang kehidupan akhirat.
Meski demikian, dalam pandangan Islam, membawa anak saat ziarah kubur pada dasarnya tidak dilarang, selama dilakukan dengan cara yang bijak dan penuh perhatian.
Ziarah Kubur Dianjurkan dalam Islam
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa sebelumnya umat Islam sempat dilarang berziarah kubur, namun kemudian diperbolehkan kembali karena ziarah mampu mengingatkan manusia akan kematian dan kehidupan setelahnya.
Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa ziarah kubur adalah amalan yang bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang lurus, yakni mendoakan ahli kubur dan mengambil pelajaran tentang kefanaan dunia.
Bolehkah Membawa Anak dan Bayi Ziarah Kubur Menurut Islam?
Ustadz Rikza Maulina, Lc., M.Ag menjelaskan bahwa tidak ada larangan bagi orang tua membawa anak, bahkan bayi, saat berziarah kubur.
Menurutnya, justru momen ini dapat menjadi sarana pendidikan spiritual sejak dini.
Anak-anak dapat diperkenalkan pada nilai-nilai penting dalam Islam, seperti:
- Mengingat kematian sebagai bagian dari kehidupan
- Belajar mendoakan orang yang telah wafat
- Menumbuhkan rasa empati dan spiritualitas
- Namun, orang tua tetap perlu mempertimbangkan kesiapan anak secara usia dan emosional.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengajak Anak ke Makam
Agar ziarah tetap berjalan khusyuk dan tidak menimbulkan dampak psikologis bagi anak, beberapa hal berikut penting diperhatikan:
1. Sesuaikan dengan Usia Anak
Anak di bawah lima tahun biasanya mudah bosan dan aktif bergerak. Kondisi ini bisa mengganggu suasana pemakaman yang seharusnya tenang.
Jika anak belum cukup memahami situasi, sebaiknya tidak dipaksakan.
2. Perhatikan Kondisi Emosional
Tidak semua anak siap berada di area makam. Orang tua sebaiknya berdialog terlebih dahulu, menjelaskan makna ziarah secara sederhana, dan memberi anak pilihan untuk ikut atau tidak.
3. Hindari Penjelasan yang Menyesatkan Imajinasi
Orang tua dianjurkan tidak mengatakan bahwa orang meninggal “sedang tidur”, karena anak bisa mengaitkan tidur dengan kematian dan merasa takut saat waktu tidur tiba.
Gunakan bahasa sederhana dan jujur agar anak memahami konsep kematian dengan sehat.
Adab dan Amalan Saat Ziarah Kubur
Agar ziarah sesuai tuntunan Islam, berikut beberapa etika yang dianjurkan:
1. Meluruskan niat
Ziarah dilakukan semata-mata untuk mendoakan ahli kubur dan mengingat akhirat, bukan untuk meminta keberuntungan atau hal duniawi.
2. Memberi salam kepada penghuni kubur
Umat Islam dianjurkan mengucapkan salam dan doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.
3. Menjaga sikap di area makam
Tidak menginjak atau duduk di atas kuburan, serta menjaga ketenangan.
4. Menghadap kiblat saat berdoa
Hal ini dianjurkan untuk menjaga adab dalam beribadah.
Mengajak anak ziarah kubur dalam Islam diperbolehkan, bahkan dapat menjadi sarana pendidikan spiritual jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Orang tua hanya perlu memastikan kesiapan anak dari segi usia, emosi, dan pemahaman agar ziarah menjadi pengalaman yang positif dan bermakna.
Dengan pendekatan yang lembut dan edukatif, anak dapat tumbuh memahami nilai kehidupan, kematian, dan pentingnya mendoakan sesama Muslim yang telah wafat.
