Buntut Demo! 4 Anggota DPR Dinonaktifkan Partainya, Ahmad Sahroni hingga Uya Kuya

HAIJAKARTA.ID – Sebanyak 4 anggota DPR dinonaktifkan oleh partainya, yakni Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, hingga Uya Kuya.
Keempat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dinonaktifkan dari jabatannya usai aksi demonstrasi besar-besaran yang semakin meluas di berbagai daerah di Indonesia.
Penonaktifan empat anggota DPR dari partai PAN dan NasDem setelah komentar-komentar mereka yang menuai kritikan pedas dari masyarakat soal tunjangan rumah yang dianggap nilainya fantastis.
Dua anggota DPR RI dari Partai NasDem dan dua lainnya dari PAN kini resmi dinonaktifkan oleh pimpinan partai politik (parpol) mereka.
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai anggota DPR yang berlaku terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025.
Hal serupa juga dilakukan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) yang menonaktifkan dua kadernya, yakni Uya Kuya dan Eko Patrio.
Penonaktifan Uya Kuya dan Eko Patrio berlaku efektif Senin, 1 September 2025.
1. Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni merupakan anggota DPR dari Partai Nasdem yang saat ini menduduki kursi sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR.
Sosoknya menjadi perbincangan publik usai pernyataan kontroversial yang memuat diksi “tolol” soal pembubaran DPR.
Menurutnya, pihak yang melontarkan pembubaran DPR itu sebagai orang tolol.
Akibatnya, masyarakat melakukan demonstrasi pada 25 Agustus dan 29 Agustus 2025.
Sebelum dinonaktifkan, Sahroni lebih dulu dimutasi dari Wakil Ketua Komisi III sebagai anggota Komisi I DPR.
Bahkan, rumahnya menjadi sasaran massa yang melakukan penjarahan pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Sementara itu, Surat Keputusan penonaktifan Sahroni diteken Ketua Umum Surya Paloh dan Sekjen Hermawi Taslim.
“Bahwa atas pertimbangan hal-hal tersebut di atas, dengan ini DPP Partai NasDem menyatakan terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, DPP Partai NasDem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem,” kata Hermawi dalam keterangan resminya.
2. Nafa Urbach
Nafa Urbach yang juga tergabung dalam Partai NasDem dinonaktifkan usai pernyataan yang menyebut tunjangan rumah sebesar Rp50 juta bukanlah kenaikan fasilitas.
Namun, kompensasi karena rumah jabatan sudah tidak disediakan oleh negara.
Nafa juga menyebut dirinya kerap terjebak kemacetan saat pergi bekerja dari Bintaro ke Senayan.
Bersamaan dengan Sahroni, NasDem juga turut menonaktifkan Nafa.
3. Uya Kuya
Kontroversi Uya Kuya yang membuanya dinonaktifkan sebagai anggota DPR dari Partai PAN usai sikapnya videonya berjoget di Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 viral di media sosial.
Uya Kuya dinonaktifkan keanggotaannya sebagai anggota DPR Fraksi PAN terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025.
Ia dinonaktifkan bersama Eko Patrio yang juga menuai kontroversi.
“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025,” Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi dalam keterangan resminya pada Minggu, 31 Agustus 2025.
4. Eko Patrio
Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dinonaktfikan keanggotaannya sebagai DPR oleh PAN karena kontroversinya yang mengunggah video parodi menanggapi kritikan terhadap anggota DPR yang berjoget saat Sidang Tahunan MPR RI.
Melalui akun TikTok pribadinya @ekopatriosuper, Eko Patrio mengunggah sebuah video parodi yang menampilkan dirinya sedang berakting menjadi operatir musik sound horeg.
Namun, dalam klarifikasinya ia menyebut bahwa video tersebut merupakan acara pembubaran panitia 17 Agustusan.