Cara Mencegah Wabah Hantavirus, Wajib Tahu Penyebab dan Gejalanya
HAIJAKARTA.ID – Upaya mengetahui cara mencegah wabah hantavirus kini menjadi perhatian global seiring investigasi yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Lembaga tersebut tengah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah kasus, termasuk pengujian sampel di laboratorium untuk memastikan penyebaran virus ini.
“WHO saat ini masih melakukan investigasi secara detail terhadap kasus hantavirus, termasuk melalui pengujian sampel di laboratorium,” demikian disampaikan dalam laporan resmi.
Apa Itu Hantavirus?
Memahami cara mencegah wabah hantavirus harus diawali dengan mengenali sumber penyakitnya. Hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus.
Virus ini menyebar melalui urine, kotoran, dan air liur tikus yang terinfeksi. Penularan ke manusia umumnya terjadi saat seseorang menghirup partikel debu yang telah terkontaminasi.
“Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel yang tercemar urine atau kotoran tikus, khususnya saat membersihkan area tertutup,” sebagaimana dijelaskan dalam sumber kesehatan.
Jenis Penyakit Akibat Hantavirus
Dalam upaya memahami cara mencegah wabah hantavirus, penting juga mengetahui jenis penyakit yang ditimbulkannya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit ini terbagi menjadi dua bentuk utama:
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Penyakit ini menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan gagal napas.
“HPS merupakan bentuk hantavirus yang menyerang sistem pernapasan dan dapat berakibat fatal,” tulis CDC.
Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Jenis ini lebih banyak menyerang ginjal dan dapat menyebabkan gangguan serius.
“HFRS ditandai dengan gangguan ginjal, demam, hingga potensi pendarahan,” lanjut penjelasan tersebut.
Gejala-Gejala Hantavirus
Mengetahui gejala menjadi bagian penting dalam cara mencegah wabah hantavirus agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Gejala HPS:
- Kelelahan
- Demam
- Nyeri otot
- Sakit kepala dan pusing
- Mual, muntah, diare
- Batuk dan sesak napas
“Pasien dapat merasakan tekanan di dada akibat paru-paru yang mulai terisi cairan,” jelas laporan medis.
Gejala HFRS:
- Sakit kepala hebat
- Nyeri punggung dan perut
- Demam dan menggigil
- Pandangan kabur
- Tekanan darah rendah
- Gagal ginjal akut
“Dalam kondisi berat, penderita bisa mengalami syok hingga gangguan fungsi ginjal,” ungkap sumber kesehatan.
Cara Mencegah Wabah Hantavirus
Berikut langkah penting dalam cara mencegah wabah hantavirus berdasarkan rekomendasi Canadian Centre for Occupational Health and Safety (CCOHS):
- Menyimpan makanan dan sampah dalam wadah tertutup rapat
- Menutup celah atau lubang di rumah yang berpotensi menjadi jalan masuk tikus
- Membersihkan lingkungan, termasuk semak-semak dan rumput tinggi
- Menjauhkan tumpukan kayu dari bangunan
- Menggunakan sarung tangan saat membersihkan area terkontaminasi
- Memanfaatkan jebakan tikus dengan prosedur pembuangan yang aman
“Langkah utama pencegahan adalah mengurangi keberadaan tikus dan membatasi kontak dengan kotorannya,” demikian imbauan dari CCOHS.
Penerapan cara mencegah wabah hantavirus menjadi kunci utama untuk menekan risiko penularan.
Meski virus ini tergolong jarang menular antar manusia, kewaspadaan tetap diperlukan terutama di lingkungan yang berpotensi menjadi sarang tikus.
