Daftar Kecamatan di Depok yang Paling Sedikit Penduduknya Berdasarkan BPS, Daerahmu Termasuk?
HAIJAKARTA.ID – Kepadatan penduduk di Kota Depok tidak merata di seluruh wilayah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat perbedaan cukup mencolok antara kecamatan yang berada di pusat kota dengan wilayah pinggiran.
Sejumlah kawasan bahkan masih tergolong relatif sepi dibandingkan kecamatan lainnya.
Data BPS menunjukkan, disparitas kepadatan penduduk di tingkat kecamatan di Depok dipengaruhi oleh pola pembangunan, luas wilayah, serta fungsi kawasan.
Dari seluruh kecamatan yang ada, berikut daftar kecamatan di Depok yang paling sedikit penduduknya atau memiliki kepadatan terendah.
Daftar Kecamatan di Depok yang Paling Sedikit Penduduknya
Terdapat 3 kecamatan di Depok yang tercatat paling sedikit penduduknya menurut data BPS, yaitu:
1. Kecamatan Bojongsari
Kecamatan Bojongsari tercatat sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk terendah di Kota Depok.
Berdasarkan data BPS, kepadatan penduduk di Bojongsari mencapai 7.719 jiwa per kilometer persegi.
Relatif rendahnya jumlah penduduk di kawasan ini dipengaruhi oleh masih luasnya lahan yang belum berkembang menjadi kawasan perumahan padat.
Selain itu, sebagian wilayah Bojongsari masih didominasi ruang terbuka dan permukiman dengan sebaran yang tidak rapat.
BPS menilai kondisi tersebut membuat Bojongsari masih memiliki ruang untuk pengembangan wilayah ke depan.
“Kepadatan penduduk di Bojongsari masih tergolong rendah karena pembangunan belum merata,” demikian keterangan BPS dalam data kependudukan terbarunya.
2. Kecamatan Sawangan
Di urutan kedua dalam daftar kecamatan di Depok yang paling sedikit penduduknya terdapat Kecamatan Sawangan.
Wilayah ini memiliki kepadatan penduduk sebesar 7.766 jiwa per kilometer persegi.
Sawangan dikenal sebagai kawasan yang sedang berkembang, dengan perpaduan antara permukiman lama dan perumahan baru.
Karakter wilayah yang cukup luas serta belum sepenuhnya padat membuat Sawangan relatif lebih lengang dibandingkan kecamatan lain di Depok.
Menurut BPS, pola permukiman yang masih menyebar menjadi salah satu faktor kepadatan di Sawangan belum setinggi kawasan pusat kota.
“Struktur wilayah Sawangan masih didominasi kawasan hunian yang berkembang bertahap,” tulis BPS dalam laporannya.
3. Kecamatan Tapos
Kecamatan Tapos menempati posisi ketiga sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk terendah di Kota Depok.
Kepadatan penduduk di kecamatan ini tercatat sebesar 8.337 jiwa per kilometer persegi.
Meski berada di wilayah timur Depok dan berbatasan langsung dengan daerah penyangga lain, Tapos masih memiliki sejumlah kawasan dengan kepadatan sedang hingga rendah.
Keberadaan kawasan industri ringan, pergudangan, serta permukiman yang tersebar membuat jumlah penduduk tidak terkonsentrasi di satu titik.
BPS mencatat, keberagaman fungsi lahan di Tapos turut memengaruhi tingkat kepadatan penduduk.
“Kawasan industri dan pergudangan berkontribusi pada sebaran penduduk yang tidak terlalu padat,” sebut BPS.
Disparitas Kepadatan Penduduk di Depok
Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kecamatan pusat kota dengan wilayah pinggiran.
Beberapa kecamatan di pusat Depok memiliki kepadatan jauh lebih tinggi akibat konsentrasi permukiman, pusat ekonomi, dan fasilitas umum.
Dengan masih adanya daftar kecamatan di Depok yang paling sedikit penduduknya, pemerintah daerah dinilai memiliki peluang untuk mengatur pembangunan yang lebih merata agar pertumbuhan kota tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
