Dari Rasa Ingin Tahu ke Insight: Begini Proses Riset yang Jadi Dasar Keputusan Besar
HAIJAKARTA.ID – Di balik berbagai keputusan besar, baik dalam dunia bisnis, kebijakan publik, maupun strategi komunikasi, terdapat satu elemen penting yang kerap tidak terlihat: riset. Proses ini menjadi fondasi utama dalam menghasilkan studi yang berkualitas dan keputusan yang berbasis data.
Riset merupakan proses sistematis untuk menjawab berbagai pertanyaan secara terukur. Biasanya, riset berawal dari rasa ingin tahu, keraguan terhadap suatu fenomena, atau kebutuhan untuk memastikan sesuatu secara objektif. Dari situ, pertanyaan dirumuskan secara lebih terstruktur dan dilanjutkan dengan pemilihan metode yang tepat untuk mendapatkan jawabannya.
Dalam praktiknya, riset umumnya menggunakan dua pendekatan utama. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur dan menguji sesuatu melalui data angka dan statistik. Sementara metode kualitatif membantu menggali persepsi, pengalaman, serta dinamika yang tidak selalu dapat diterjemahkan dalam angka. Kedua metode ini kerap dikombinasikan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.
Hal tersebut disampaikan oleh Asti Putri, Lead Research sekaligus Co-founder ID COMM, saat menjadi dosen tamu dalam sesi kuliah di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan hasil riset bertajuk “Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap?”.
“Riset dimulai karena ada sesuatu yang belum pasti. Ada hal yang perlu dicek dengan data, bukan hanya asumsi,” ujar Asti.
Dalam riset yang dilakukan ID COMM, tim peneliti tidak hanya menyoroti tren penjualan kendaraan listrik. Mereka juga menelaah sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan industri, kebijakan pemerintah, perilaku konsumen, hingga dukungan infrastruktur.
Dari sisi industri, riset menyoroti kesiapan produsen yang masuk ke pasar Indonesia. Pertanyaan yang muncul antara lain apakah para produsen membangun fasilitas produksi di dalam negeri atau hanya memasarkan produk, serta bagaimana kesiapan rantai pasok termasuk produksi komponen dan suku cadang.
Sementara dari sisi kebijakan, penelitian juga meninjau sejauh mana regulasi pemerintah mendukung perkembangan industri kendaraan listrik, termasuk ketersediaan insentif serta sinkronisasi kebijakan dari hulu hingga hilir.
Perubahan perilaku konsumen juga menjadi perhatian dalam riset tersebut. Asti menjelaskan bahwa perkembangan teknologi kendaraan membawa perubahan signifikan dalam cara masyarakat berinteraksi dengan mobil. Jika sebelumnya kendaraan dilengkapi banyak tombol fisik, kini berbagai fitur terpusat pada satu layar digital. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi sebagian pengguna yang belum sepenuhnya siap dengan perubahan tersebut.
Selain itu, kesiapan infrastruktur turut menjadi fokus penelitian, terutama terkait ketersediaan fasilitas pengisian daya listrik. Riset meninjau kemudahan penggunaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), keberadaan fasilitas pengisian daya di rumah, hingga sistem pembayaran yang digunakan.
Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, tim peneliti menggunakan sejumlah metode riset. Di antaranya melakukan literature review terhadap regulasi dan kebijakan pemerintah, wawancara mendalam dengan pelaku industri, konsumen, media, dan komunitas, serta diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD).
Selain itu, tim juga melakukan observasi lapangan untuk melihat langsung perilaku pengguna di SPKLU serta memantau percakapan publik di media sosial melalui metode social listening.
Asti menekankan bahwa tantangan dalam riset tidak hanya sebatas mengumpulkan data, tetapi juga bagaimana mengolah data tersebut menjadi insight yang relevan.
“Tantangannya bukan hanya mengumpulkan data, tetapi bagaimana membuat data itu berbunyi dan menghasilkan insight yang relevan. Metode kuantitatif maupun kualitatif sama kuatnya dan sama-sama powerful,” kata Asti.
Ia menambahkan bahwa kemampuan membaca dan menganalisis informasi secara jernih menjadi kunci bagi seorang peneliti. Informasi yang dianalisis dengan baik dapat menghasilkan data yang bermakna dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Pada akhirnya, keputusan yang baik lahir dari pemahaman yang berbasis bukti dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
