Diduga Terjerat Pinjol Guru Pengganti di SMA Jakarta Nekat Gadai Laptop Siswa, Ada File Skripsinya
HAIJAKARTA.ID – Seorang guru pengganti di salah satu SMA di Jakarta berinisial SRA nekat menggadaikan laptop muridnya diduga karena terjerat pinjol.
Kasus tersebut viral di media sosial sehingga korban mengaku harus menebus laptop tersebut di tempat gadai hingga jutaan rupiah, bahkan dalam laptop tersebut terdapat file skripsi.
Guru Pengganti di SMA Jakarta Nekat Gadai Laptop Siswa
Video yang diunggah akun Threads @_ssbrinpenipuan itu memperlihatkan momen saat korban bersama keluarganya meminta pertanggungjawaban kepada pelaku. karena laptop yang digadaikan adalah milik kakak siswa yang diajarnya di sekolah.
Dalam rekaman tersebut, korban tampak histeris karena laptop yang digadaikan digunakan untuk mengerjakan skripsi kuliah.
“Kok bisa digade, guru nih, kok bisa laptop gua. Gua lagi skripsian, gua lagi skripsian,” ucap korban dalam video yang beredar, dikutip Senin (11/5/2026).
Sementara itu, pelaku mengaku siap jika kasus tersebut dibawa ke jalur hukum.
“Saya siap diproses hukum, kalau misalkan diproses hukum saya siap ke polisi, kalau misalkan datanya hilang,” ucap pelaku.
Baru Mengajar 2 Minggu
Dalam unggahan tersebut disebutkan jika SRA baru sekitar dua minggu mengajar sebagai guru pengganti mata pelajaran Sosiologi.
Namun, pelaku diduga memanipulasi sejumlah murid dengan alasan pekerjaan mendesak agar dipinjamkan laptop.
“Memanipulasi murid-murid untuk meminjamkan laptop, ternyata digadai. Ternyata udah sering, gali lubang tutup lubang. Baru kena sekarang karena baru saya yang berani usut,” tulis pengunggah.
Kronologi Laptop Dipinjam Alasan Mendesak
Kronologi kejadian bermula pada Jumat (8/5/2026) saat adik pengunggah meminjam laptop milik kakaknya dengan alasan untuk kerja kelompok.
Namun hingga malam hari, laptop belum juga dibawa pulang alasannya masih digunakan untuk mengerjakan tugas. Sekitar pukul 22.30 WIB, siswa tersebut akhirnya mengaku bahwa laptop dipinjam oleh guru SRA.
“Saya tanya adik kenapa mau pinjemin? Dia bilang Pak S butuh urgent karena banyak kerjaan dan lainnya, kemudian saya minta nomornya untuk saya hubungi,” kata pengunggah.
Menurut pengakuan korban, pelaku mengaku membutuhkan laptop secara mendesak untuk membuat soal kelas X dan menghubungi beberapa murid pada waktu berbeda untuk meminjam perangkat mereka.
“Urgent seperti buru-buru, dia bilang ada tugas ingin bikin soal kelas X, dia mengincar murid-murid polos dan ambil laptop dadakan. Di tanggal 8 Mei 2026, di chat beberapa murid dan pinjam laptop di jam berbeda,” lanjut unggahan tersebut.
Korban Disebut Lebih dari Satu Orang
Kasus ini diduga tidak hanya menimpa satu siswa. Pengunggah menyebut sudah ada tiga murid SMA yang mengaku menjadi korban dengan modus serupa.
“Saat ini sudah ada 3 korban anak SMA yang mengaku dimanipulasi oleh S dan korban masih belum tau berapa banyak lagi,” tulisnya.
Korban juga mengunggah video saat mengambil laptopnya di tempat gadai. Untuk mendapatkan kembali barang tersebut, korban disebut harus menebus sekitar Rp 3 juta.
“Dari pihak gadai menjelaskan dia baru tebus laptop, kemudian masuk lagi laptop baru,” ungkap pengunggah.
Dalam pencarian melalui pelacak nomor telepon, pelaku juga diduga memiliki masalah dengan pinjaman online atau pinjol.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pihak terkait mengenai viralnya kasus tersebut.
Reaksi Warganet
Kasus ini menuai banyak reaksi dari warganet yang merasa prihatin terhadap kondisi korban, terutama karena laptop tersebut digunakan untuk kebutuhan skripsi.
“Lagi skripsian loh kebayang stresnya gimana,” tulis akun @el***
“Harga laptopnya mungkin 5-8 juta tapi isinya berharga puluhan atau bisa ratusan juta,” tulis akun @zen***
“1% nangisin laptop 99% nangisin skripsi sedih bangettttttttt,” tulis akun @hagi***
“Gue ga pernah sekesel ini anj,” tulis akun @esta***
