Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID –  Bulan Ramadhan adalah waktu penuh berkah yang sangat dinanti oleh umat Islam. Namun, tidak jarang selama berpuasa, pikiran kita jadi mudah gelisah, penuh kecemasan, dan overthinking yang justru mengganggu ibadah.

Karena itu, menjaga ketenangan hati dan pikiran selama Ramadhan sangat penting agar ibadah puasa dan malam yang penuh pahala tetap khusyuk dan bermakna.

Salah satu cara ampuh yang dianjurkan dalam Islam adalah dengan memperbanyak doa dan dzikir, memohon perlindungan dari segala bentuk kecemasan agar fokus dan semangat puasa tidak terganggu.

Ketika menghadapi pikiran yang penuh kecemasan dan kebingungan akibat overthinking, kita bisa meneladani doa Nabi Yunus AS yang memohon pertolongan kepada Allah saat dalam kesulitan.

Berikut adalah doa beliau yang termaktub dalam QS. As-Saffat: 143-144

فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Fanādā fī ẓ-ẓulumāti ‘an lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu mina ẓ-ẓālimīn

Artinya: “Maka dia (Nabi Yunus) menyeru dalam keadaan gelap (sulit): ‘Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.'”

Penjelasan surat ini sangat pas karena Nabi Yunus berdoa saat dia dalam kesulitan dan gelisah, seperti saat pikiran kita penuh overthinking.

Rasulullah ﷺ pun bersabda:

اللَّهُمَّ إني أعوذ بك من الهم والحزن، والعجز والكسل، والجبن والبخل، وغلبة الدين وقهر الرجال

Allāhumma innī a‘ūdhu bika minal-hammi wal-ḥuzni wal-‘ajzi wal-kasali wal-jubni wal-bukhli wa ḡalabatid-dayni wa qahrir-rijāl.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan hutang dan tekanan manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7 Doa Agar Tidak Overthinking Saat Ramadhan

Berikut ini merupakan beberapa doa yang bisa kamu baca pada saat dilanda overthinking, diantaranya sebagai berikut:

1. Doa Penenang Hati dan Pikiran agar Terhindar dari Kecemasan

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ

Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dholaid daini, wa gholabatir rijali.

Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung pada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kemalasan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat).”

2. .Doa Penenang Hati dari Nabi Muhammad Saw

اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَاناً كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahumma Antal ‘Aziizul kabiir, wa ana ‘abdukadh dho’iifudz dzaliil Alladzii laa haula walaa quwwata illa bika. Allahuma sakhkhir lii fulaan (sebut nama orang yg di maksud) kama sakhkhorta Fir’aun li Musa, wa layyin lii qolbahu kamaa layyantal hadiid li Dawud. Fainnahu laa yantiqu illa bi idznika, naa shiyatuhu fii qobdlotika, wa qolbuhuu fii yadika, Jalla tsanaa u wajhika yaa arhamar roohimiin.

Artinya: “Ya Allah bahwasanya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Besar. Dan sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu yang hina lagi lemah. Ya Allah mudahkanlah bagiku urusanku, sebagaimana Engkau mudahkan bagi urusan Fir’aun kepada Musa dan lunak hati manusia bagiku sebagaimana Engkau lunakkan besi bagi Nabi Daud. Engkaulah adalah sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik penolong, wahai Tuhan Yang Maha Hidup, Wahai Tuhan Yang Maha Penguasa, Wahai Tuhan Yang Punya Keagungan dan Kemuliaan, perkenanlah ya Allah.”

3. Doa Agar Dilindungi dari Hal yang Menyesedihkan dan Menyusahkan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ (رواه البخاري)

 Allahumma innī a’udzu bika minal hammi wal ḥazan wal ‘ajzi wal kasal wal bukhli waljubni wa dhala’id daini wa ghalabatir rijāl.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemas dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

4. Doa Agar Ditenangkan Hati dan Dipermudah Urusan

لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin.

Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

5. Doa Agar Hati Dilapangkan

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Robbisrohlii sodrii, wayassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii

Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

6. Doa Untuk Kesedihan yang Mendalam

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati warabbul ardli warabbul arsyil kariim

Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

7. Doa Agar Hati Tenang dari Keburukan

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahya wal mamaat.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

Tips Mengatasi Overthinking Saat Ramadhan

  • Perbanyak dzikir dan berdoa khusus di waktu malam untuk menenangkan hati, karena biasanya waktu rawan merasa overthinking terjadi pada malam hari.
  • Jaga kualitas tidur dan hinari begadang berlebihan agar pikiran tidak terlalu lelah.
  • Kurangi konsumsi informasi yang memicu energi berpikir berlebihan sehingga menimbulkan rasa cemas
  • Fokuskan hati dan pikiran kepada ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dzikir dan amalan lainnya.
  • Berbagi dan curhat dengan keluarga atau sahabat untuk mengurangi beban pikiran.