Doa dan Cara Membayar Zakat Fitrah untuk Keluarga, Beserta Waktu Terbaik Membayar Menurut MUI
HAIJAKARTA.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri, doa dan cara membayar zakat fitrah untuk keluarga wajib dipahami bagi setiap umat islam.
Selain memastikan jumlah dan waktu pembayaran tepat, pelafalan niat juga menjadi bagian penting agar zakat yang ditunaikan sah secara syariat.
Doa dan Cara Membayar Zakat Fitrah untuk Keluarga
Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap Muslim yang mampu, baik untuk diri sendiri maupun anggota keluarga yang menjadi tanggungannya.
Berikut panduan lengkap doa dan cara membayar zakat fitrah untuk keluarga, termasuk penjelasan waktu pelaksanaannya menurut ulama.
Niat Zakat Fitrah untuk Seluruh Keluarga
Bagi Muslim yang ingin menunaikan zakat untuk seluruh anggota keluarga, berikut bacaan niatnya:
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
Artinya:
“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku serta seluruh orang yang menjadi tanggungan nafkahku sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Sementara itu, jika zakat ditunaikan hanya untuk diri sendiri, berikut niatnya:
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala
Artinya:
“Aku berniat menunaikan zakat fitrah untuk diriku sendiri sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Memahami doa dan cara membayar zakat fitrah untuk keluarga menjadi penting agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sah, tetapi juga bernilai sempurna di sisi Allah SWT.
Cara Membayar Zakat Fitrah untuk Keluarga
Berikut langkah praktis yang bisa diterapkan:
1. Menentukan Jumlah Jiwa yang Dizakati
Hitung seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungan, termasuk anak-anak.
2. Menyiapkan Zakat Sesuai Ketentuan
Setiap jiwa wajib dizakati dengan 2,5 kilogram beras atau makanan pokok setara. Bisa juga diganti dengan uang sesuai nilai beras di daerah masing-masing.
3. Membaca Niat Saat Menyerahkan
Niat dibaca ketika menyerahkan zakat kepada amil atau mustahik.
4. Menyerahkan kepada yang Berhak
Zakat dapat diberikan langsung kepada fakir dan miskin, atau melalui lembaga resmi seperti Majelis Ulama Indonesia yang memberikan panduan keagamaan, maupun lembaga amil zakat terpercaya.
5. Menunaikan Sebelum Salat Idulfitri
Pembayaran sebelum salat Idulfitri dianjurkan agar manfaatnya dapat segera dirasakan penerima.
Dengan mengikuti doa dan cara membayar zakat fitrah untuk keluarga ini, zakat yang ditunaikan diharapkan sah dan diterima Allah SWT.
5 Waktu yang Tepat Membayar Zakat Fitrah Menurut MUI
Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdul Muiz Ali, menjelaskan ada lima kategori waktu pembayaran zakat fitrah dalam Islam.
Masing-masing memiliki hukum berbeda, mulai dari boleh hingga haram.
Berikut penjelasan lengkapnya dalam format listicle:
1. Waktu Jawaz (Diperbolehkan)
Ia mengatakan, “Pertama, waktu jawaz merupakan masa yang diperbolehkan untuk menunaikan zakat fitrah, yakni sejak awal Ramadhan.”
Artinya, sejak hari pertama Ramadhan, umat Islam sudah boleh membayar zakat fitrah. Namun pada fase ini, hukumnya belum wajib, hanya diperkenankan.
2. Waktu Wajib
Ia memaparkan, “Waktu wajib untuk membayar zakat fitrah adalah ketika matahari terbenam pada malam Idul Fitri.”
Pada waktu tersebut, zakat fitrah resmi menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Jika belum ditunaikan hingga masuk waktu ini, maka kewajiban zakat belum terpenuhi secara sempurna.
3. Waktu Paling Utama (Afdal)
Ia menegaskan, “Waktu yang paling utama untuk membayar zakat fitrah adalah sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.”
Pembayaran sebelum salat Idulfitri dinilai paling utama karena sesuai sunnah Rasulullah SAW dan membuat zakat dapat langsung dimanfaatkan oleh penerima sebelum hari raya dimulai.
4. Waktu Makruh
Terkait pembayaran setelah salat Idulfitri, ia menjelaskan, “Membayar zakat fitrah setelah salat Idul Fitri hingga matahari terbenam pada hari raya tersebut dinilai makruh.”
Meski tetap sah, waktu ini tidak dianjurkan kecuali ada alasan tertentu, misalnya menunggu mustahik yang lebih membutuhkan.
5. Waktu Haram
Ia turut mengingatkan, “Zakat fitrah yang dikeluarkan setelah tanggal 2 Syawal, yakni setelah matahari terbenam pada hari Idul Fitri, hukumnya haram jika tanpa alasan yang sah.”
Jika dibayarkan pada waktu tersebut tanpa uzur syar’i, maka zakat tidak lagi terhitung sebagai zakat fitrah, melainkan hanya sedekah biasa.
Makna Zakat Fitrah
Zakat fitrah tidak sekadar kewajiban finansial, tetapi juga sarana penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Dengan memahami doa dan cara membayar zakat fitrah untuk keluarga, umat Islam dapat menunaikan ibadah ini dengan lebih tenang, tepat waktu, dan sesuai tuntunan syariat.
Momentum Idulfitri pun dapat dirayakan dengan hati yang bersih serta kepedulian sosial yang semakin kuat.
