sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Doa dan tata cara membayar zakat fitrah yang benar sesuai ajaran Rasulullah, begini lengkapnya!

Umat Islam di seluruh dunia memiliki kewajiban menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Zakat fitrah merupakan salah satu ibadah wajib yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, orang dewasa maupun anak-anak.

Selain mengetahui jumlah zakat yang harus dibayarkan, umat Islam juga dianjurkan memahami bacaan niat serta tata cara pelaksanaannya agar ibadah zakat fitrah dapat dilakukan sesuai tuntunan syariat Islam dan ajaran Rasulullah SAW.

Hukum Membayar Zakat Fitrah

Dalam ajaran Islam, zakat fitrah memiliki hukum wajib bagi setiap Muslim yang memiliki kemampuan.

Kewajiban ini berlaku bagi seluruh umat Islam tanpa memandang usia maupun status sosial.

Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW:

“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum kepada hamba sahaya maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa dari kaum muslimin.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada kaum yang membutuhkan.

Selain itu, zakat fitrah juga memiliki tujuan untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perkataan atau perbuatan yang kurang bermanfaat selama Ramadan, sekaligus membantu mencukupi kebutuhan masyarakat yang kurang mampu saat hari raya.

Bacaan Niat Zakat Fitrah

Sebelum menyerahkan zakat fitrah, seseorang yang membayar zakat atau disebut muzakki dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu.

Bacaan niat dapat berbeda tergantung kepada siapa zakat tersebut ditujukan.

1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

Arab:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaytu an ukhrija zakatal fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Zakat Fitrah untuk Seluruh Keluarga

Arab:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيعِ مَا يَلْزَمُنِي نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaytu an ukhrija zakatal fitri ‘anni wa ‘an jami‘i ma yalzamuni nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang menjadi tanggunganku karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Zakat Fitrah untuk Istri

Arab:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaytu an ukhrija zakatal fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku karena Allah Ta’ala.”

4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki

Arab:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي … فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaytu an ukhrija zakatal fitri ‘an waladi … fardhan lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku … karena Allah Ta’ala.”

5. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

Arab:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِي … فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaytu an ukhrija zakatal fitri ‘an binti … fardhan lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku … karena Allah Ta’ala.”

6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

Arab:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…) فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaytu an ukhrija zakatal fitri ‘an (…) fardhan lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk … karena Allah Ta’ala.”

Besaran Zakat Fitrah

Zakat fitrah umumnya dibayarkan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras, dengan ukuran 2,5 kilogram atau sekitar 3,5 liter per orang.

Namun dalam praktiknya, zakat fitrah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang tunai yang nilainya setara dengan harga makanan pokok tersebut.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) biasanya menetapkan nilai zakat fitrah setiap tahunnya.

Pada tahun 2026, besaran zakat fitrah diperkirakan sekitar Rp50.000 per jiwa, meskipun nominal tersebut dapat berbeda di setiap daerah tergantung harga beras setempat.

Tata Cara Membayar Zakat Fitrah

Agar ibadah zakat fitrah dilakukan dengan benar, berikut beberapa langkah yang dapat diikuti oleh umat Islam.

1. Mengetahui Siapa yang Wajib Dizakati

Seseorang wajib membayar zakat fitrah apabila memenuhi beberapa syarat, antara lain:

  • Beragama Islam
  • Masih hidup pada akhir Ramadan
  • Memiliki kelebihan makanan atau harta untuk diri sendiri dan keluarganya

Selain untuk diri sendiri, kepala keluarga juga berkewajiban membayarkan zakat fitrah bagi orang yang berada dalam tanggungannya, seperti istri dan anak.

2. Menghitung Jumlah Zakat

Setelah mengetahui jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan, selanjutnya menghitung jumlah zakat yang harus dibayarkan.

Jika menggunakan beras, maka setiap orang wajib membayar 2,5 kg beras. Namun jika dibayarkan dalam bentuk uang, jumlahnya disesuaikan dengan harga beras yang berlaku.

3. Membayar Zakat pada Waktu yang Tepat

Dalam Islam terdapat beberapa waktu pembayaran zakat fitrah:

  • Waktu wajib: saat matahari terbenam di hari terakhir Ramadan.
  • Waktu sunnah: setelah salat Subuh hingga sebelum salat Idul Fitri.
  • Waktu mubah: sejak awal Ramadan hingga akhir Ramadan.
  • Waktu makruh: setelah salat Id hingga sebelum matahari terbenam di hari raya.
  • Waktu haram: setelah hari raya Idul Fitri berakhir.

Para ulama menganjurkan zakat fitrah dibayarkan menjelang Idul Fitri agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

4. Menyerahkan Zakat kepada Amil atau Mustahik

Zakat fitrah dapat disalurkan langsung kepada orang yang berhak menerima zakat (mustahik).

Namun banyak ulama menyarankan untuk menyalurkannya melalui amil zakat agar pendistribusiannya lebih merata dan tepat sasaran.

Setelah zakat diberikan, penerima zakat biasanya mendoakan pemberi zakat dengan doa berikut:

Arab:

آجَرَكَ اللَّهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا

Latin:

Ajarakallahu fi ma a‘thaita wa baraka fi ma abqaita wa ja‘alahu laka thahuran.

Artinya:

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, memberkahi harta yang engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.”

Makna Zakat Fitrah bagi Umat Islam

Zakat fitrah tidak hanya sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki makna sosial yang sangat penting.

Melalui zakat fitrah, umat Islam diajak untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama kepada masyarakat yang kurang mampu agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya Idul Fitri.

Selain itu, zakat fitrah menjadi bentuk penyempurna ibadah puasa Ramadan, sekaligus sarana membersihkan diri dari kesalahan yang mungkin dilakukan selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan memahami doa, niat, serta tata cara membayar zakat fitrah dengan benar, diharapkan umat Islam dapat menjalankan kewajiban ini sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW serta memperoleh keberkahan dari Allah SWT.