Doa Dan Tata Cara Ziarah Kubur yang Benar: Tradisi Penuh Makna Menyambut Ramadan, Begini Adab yang Dianjurkan!
HAIJAKARTA.ID- Doa dan tata cara ziarah kubur yang benar menjelang bulan suci Ramadan.
Tradisi ziarah kubur kembali ramai dilakukan masyarakat Muslim di berbagai daerah.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan ke makam keluarga atau kerabat, melainkan menjadi momen refleksi spiritual untuk mendoakan orang yang telah wafat sekaligus mengingat kematian sebagai pengingat kehidupan akhirat.
Tradisi ini sejatinya dapat dilakukan kapan saja, tidak hanya menjelang Ramadan.
Namun, suasana bulan penuh ampunan membuat umat Islam semakin terdorong memperbanyak doa bagi orang tua, saudara, serta kerabat yang telah berpulang.
Awali Ziarah dengan Salam dan Doa Keselamatan
Ziarah kubur dianjurkan dimulai dengan mengucapkan salam kepada para penghuni makam. Salam ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa agar mereka mendapatkan rahmat Allah SWT.
Maknanya bukan sekadar sapaan, tetapi juga pengingat bahwa setiap manusia kelak akan menyusul ke alam kubur.
Doa ini menumbuhkan kesadaran spiritual agar lebih mempersiapkan bekal amal selama hidup.
Bacaan Al-Qur’an yang Dianjurkan Saat Ziarah
Setelah salam, peziarah dianjurkan membaca beberapa surat pendek dan ayat Al-Qur’an sebagai hadiah pahala untuk almarhum, di antaranya:
- Al-Fatihah
- Awal Surat Al-Baqarah ayat 1–5
- Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255)
- Akhir Surat Al-Baqarah ayat 284–286
- Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Bacaan ini diyakini membawa keberkahan serta menjadi perantara doa bagi mereka yang telah meninggal dunia.
Perbanyak Istighfar dan Tahlil
Selain membaca Al-Qur’an, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak:
- Istighfar sebagai permohonan ampunan
- Tahlil (La ilaha illallah) sebagai bentuk penguatan tauhid
- Dzikir ini tidak hanya bermanfaat bagi almarhum, tetapi juga menenangkan hati peziarah.
Doa Khusus untuk Jenazah
Salah satu doa utama yang dianjurkan adalah permohonan ampunan, rahmat, dan kelapangan kubur bagi orang yang telah wafat. Intinya memohon agar Allah SWT:
- Mengampuni dosa-dosanya
- Melapangkan tempat peristirahatan terakhirnya
- Menghindarkannya dari azab kubur dan nerakaMemasukkannya ke dalam surga
- Doa ini menjadi inti dari ziarah kubur sebagai wujud kasih sayang keluarga yang masih hidup.
Adab Ziarah Kubur yang Perlu Dijaga
Agar ziarah tetap bernilai ibadah, ada sejumlah etika penting yang dianjurkan dalam Islam:
1. Bersikap Tenang dan Khusyuk
Ziarah adalah momen renungan, bukan tempat bercanda atau berisik.
2. Tidak Duduk atau Menginjak Makam
Rasulullah SAW melarang keras tindakan ini karena termasuk tidak menghormati jenazah.
3. Tidak Berlebihan Menangis
Menangis diperbolehkan, tetapi meratap dan berteriak tidak dianjurkan.
4. Tidak Menganggap Tabur Bunga sebagai Kewajiban
Dalam ajaran Islam, menabur bunga bukan sunnah dan tidak menjadi syarat sah ziarah.
5. Tidak Mengkhususkan Hari Tertentu
Ziarah boleh dilakukan kapan saja tanpa meyakini hari tertentu sebagai waktu wajib.
Mengingat Kematian, Memperbaiki Kehidupan
Ziarah kubur sejatinya bukan hanya tentang mendoakan orang yang telah tiada, tetapi juga sarana introspeksi diri. Rasulullah SAW bersabda bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan manusia akan akhirat.
Dengan mengingat kematian, seseorang diharapkan semakin:
- Rajin beribadah
- Menjauhi maksiat
- Memperbanyak amal kebaikan
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan menjadi momen spiritual yang sarat makna bagi umat Islam.
Melalui doa, bacaan Al-Qur’an, serta sikap penuh adab, ziarah bukan hanya membawa ketenangan bagi keluarga yang telah wafat, tetapi juga menjadi pengingat hidup bagi mereka yang masih diberi kesempatan bernapas.
Dengan memperbanyak doa dan menjaga etika ziarah, umat Islam diharapkan mampu menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, dan semangat ibadah yang semakin meningkat.

