sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Insiden kecelakaan lalu lintas menimpa rombongan jemaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi. Dua bus yang mengangkut jemaah dari kloter SUB 2 (probolinggo) dan JKS 1 terlibat tabrakan yang mengakibatkan 10 orang mengalami luka-luka.

Kabiro Humas Kementrian Haji dan Umrah, Moh. Hasan Afandi menjelaskan insiden tersebut terjadi pada Selasa, (28/4/2026) sekitar pukul 10.30 waktu Arab Saudi (WAS). Peristiwa ini melibatkan bus yang dibawa oleh KBIU Nurul Haramain Probolinggo dan KBIU Al-Azhar.

“Kami perlu menyampaikan terkait insiden yang dialami oleh rombongan jemaah SUB 2 yang dibawa oleh KBIU Nurul Haramain Probolinggo dan jemaah JKS 1 yang dibawa oleh KBIU Al-Azhar,” kata Hasan Afandi dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di YouTube Kemenhaj, Rabu (29/4/2026).

Kronologi Dua Bus Rombongan Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah

Hasan membeberkan kronologi singkat kecelakaan tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, insiden bermula saat bus SUB 2 tengah melaju di jalan kemudian menabrak bus JKS 1.

“Kronologi yang kami terima, bus SUB 2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS 1,” jelasnya.

10 Jemaah Luka, 1 Dirawat Intensif

Akibat tabrakan tersebut, sebanyak 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Rinciannya, tujuh jemaah berasal dari kloter JKS 1, dua jemaah dari kloter SUB 2, serta satu orang merupakan pengurus dari KBIU Nurul Haramain.

Sebagian besar korban telah mendapatkan penangan medis. Namun, hingga saat ini masih ada satu orang jemaah yang harus menjalani perawatan intensif.

“Hingga saat ini masih ada 1 jemaah yang dirawat di Rumah Sakit Al-Hayat, madinah, atas naa Sri Sugihartini, 60 tahun, asal kloter SUB 2,” pungkasnya.

Penanganan oleh KJRI Jeddah

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah turut menangani insiden tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan kecelakaan terjadi saat dua bus jemaah dalam perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet.

“Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah tengah menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami kelompok Jemaah Haji Indonesia pada 28 April 2026 di Arab Saudi,” ujar Heni.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meskipun terdapat korban luka.

“Berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut,” jelasnya.

Heni merinci, tujuh jemaah dari kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan medis serta sudah kembali ke Hotel Andalus Golden.

Sementara itu, tiga korban lainnya berasal dari kloter SUB-2. Dua di antaranya telah diperbolehkan kembali, sedangkan satu jemaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba.

“KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan, serta pihak-pihak terkait guna memastikan seluruh jemaah memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan,” kata Heni.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah juga memastikan terus memantau perkembangan kondisi jemaah serta menjamin seluruh jemaah lainnya dalam keadaan aman untuk melanjutkan rangkaian ibadah.