sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Harga berbagai produk plastik di Indonesia mengalami kenaikan signifikan akibat terganggunya arus perdagangan dunia yang dipicu perang anatara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, ia mengatakan jika stok yang ada lebih dari cukup.

“Nggak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya lebih dari cukup,” kata Pramono pada Senin, (6/4/2026).

Pramono menegaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi di Jakarta masih dalam batas wajar. Ia juga memastikan ahwa kondisi inflasi di ibu kota tetap terkendali.

“Kemudian mengenai beberapa apa ada kenaikan, tapi di Jakarta sampai dengan hari ini kami memantau harian, inflasinya masih terjaga dengan baik,” katanya.

Harga Plastik Melonjak 50%

Diketahui, kenaikan harga plastik terjadi karena impor bahan baku plastik terganggu akibat konflik tersebut. Indonesia sendiri masih bergantung pada pasokan bahan baku dari luar negeri, sehingga kondisi global sangat berpengaruh terhadap harga di dalam negeri.

Sekretaris jendral Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik sudah terpantau sejak awal Ramadhan dan kini mencapai puncaknya.

“Kami pantau sudah cukup lama, pada saat memasuki bulan suci Ramadan harga plastik sudah mulai ada kenaikan. Puncaknya ini harganya yang kami sudah hitung kenaikannya mencapai 50%,” kata Reynaldi, Minggu, (5/4/2026).

Ia mencontohkan, harga plastik kresek yang sebelumnya Rp 10.000 kini naik menjadi Rp 15.000 per pak. Selain itu, jenis plastik lain juga mengalami kenaikan dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000.