Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Harga Samsung Galaxy S26 dibanderol lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya.

Lonjakan harga ini terjadi di hampir seluruh varian dan menjadi sinyal kuat bahwa tekanan krisis chip global benar-benar berdampak pada industri smartphone.

Di pasar Indonesia, Samsung Galaxy S26 varian standar dengan konfigurasi RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB kini dijual seharga Rp16,5 juta. Angka tersebut naik Rp1,5 juta dibandingkan Galaxy S25 generasi sebelumnya.

Sementara itu, untuk varian 12GB/512GB, kenaikan harga bahkan mencapai Rp2,5 juta.

Kondisi serupa juga terjadi pada model Galaxy S26+. Varian 12GB/256GB naik Rp1,5 juta, sedangkan versi 12GB/512GB terkerek Rp2,5 juta.

Untuk varian paling premium, Samsung menghadirkan konfigurasi lebih tinggi pada Galaxy S26 Ultra dengan RAM 16GB dan memori internal 1TB.

Harga jualnya tembus Rp32 juta. Sebagai perbandingan, Galaxy S25 Ultra dengan kapasitas 12GB/1TB sebelumnya dibanderol Rp29 juta.

Kenaikan Harga Juga Terjadi Global

  • Samsung Electronics
  • Samsung Galaxy S26

Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Berdasarkan laporan Reuters (26/2/2026), sejumlah model Galaxy S26 yang dipasarkan di Amerika Serikat dan Korea Selatan juga mengalami penyesuaian harga.

Langkah ini disebut sebagai strategi “uji pasar” di tengah meningkatnya tekanan biaya produksi akibat krisis chip memori global.

Lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) mendorong harga komponen melonjak tajam dan memengaruhi margin produsen perangkat elektronik.

Dilema Samsung: Untung di Chip, Tertekan di Smartphone

Pada Januari 2026, Samsung telah memperingatkan bahwa ledakan permintaan AI memicu kelangkaan chip memori yang signifikan.

Kondisi ini membuat bisnis semikonduktor perusahaan meroket, tetapi justru menekan unit smartphone dan display.

Laporan keuangan kuartal IV-2025 menunjukkan laba operasional bisnis chip Samsung melonjak 470% secara tahunan menjadi 16,4 triliun won rekor tertinggi perusahaan dan menyumbang lebih dari 80% total keuntungan.

Sebaliknya, divisi mobile mengalami penurunan laba 10% menjadi 1,9 triliun won akibat beban biaya komponen yang meningkat.

Kim Jaejune, eksekutif bisnis chip memori Samsung, menyatakan bahwa kelangkaan memori diperkirakan masih akan berlangsung dalam waktu dekat.

Analis pasar bahkan memperkirakan harga chip memori masih berpotensi naik pada kuartal berikutnya.

Tahun Penuh Tantangan untuk Divisi HP dan Display

Divisi smartphone dan display Samsung memprediksi 2026 akan menjadi tahun yang menantang. Kenaikan harga komponen berisiko mempersempit margin keuntungan, terutama di tengah melemahnya daya beli konsumen.

Manajemen Samsung menyebut akan memperkuat kerja sama dengan mitra utama untuk menjaga stabilitas pasokan serta meningkatkan efisiensi biaya.

Co-CEO Samsung, TM Roh, sebelumnya juga telah mengisyaratkan bahwa krisis chip kali ini merupakan salah satu yang terparah dalam sejarah industri teknologi modern, dan perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penyesuaian harga produk.

Apakah HP Mid-Range Akan Ikut Naik?

Hingga kini belum ada kepastian apakah seri menengah seperti Galaxy A akan mengalami kenaikan serupa.

Namun para analis memperingatkan bahwa dampak krisis chip justru bisa lebih berat dirasakan pada segmen ponsel murah.

Produsen smartphone kelas menengah dan entry-level umumnya mengandalkan volume penjualan dengan margin tipis. Jika harga chip terus naik, maka tekanan terhadap harga jual akan semakin besar.

Analis pasar menyebut kemampuan divisi mobile Samsung dalam menjaga margin sepanjang 2026 akan menjadi faktor kunci kinerja perusahaan ke depan.

Dampak Lebih Luas ke Industri

Kenaikan harga Galaxy S26 memperlihatkan bahwa krisis chip bukan lagi isu industri semikonduktor semata, melainkan telah merambat ke konsumen akhir.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin harga smartphone flagship maupun kelas menengah di pasar global akan semakin mahal dalam beberapa bulan mendatang.

Samsung sendiri masih menjadi salah satu produsen chip memori terbesar dunia, namun ironisnya justru ikut terdampak kenaikan harga komponen di lini produknya sendiri.