Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Hukum tidur seharian saat puasa sering menjadi pertanyaan di kalangan umat Muslim, terutama ketika seseorang tidur sepanjang hari di siang hari tanpa melakukan aktivitas lain.

Karena itu, penting untuk memahami batasan hukum terkait tidur saat berpuasa berdasarkan penjelasan Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW, serta pendapat ulama fikih yang menjadi rujukan utama.

Pada saat melaksanakan puasa di bulan Ramadhan tubuh tidak mendapatkan supan dan minuman selama sesudah sahur dan menjelang berbuka maka stamina tubuh akan sedikit berkurang dan merasa lemas.

Oleh sebab itu, kebanyakan orang yang berpuasa menyedikitkan aktivitasnya terutama yang berkaitan dengan otot, contohnya para pekerja buruh bangunan, petani dll pergi bekerja seharian.

Namun, bahkan adapun sebagian orang yang memilih untuk tidur seharian karena untuk mempercepat waktu berbuka puasa.

Hukum Tidur Seharian Saat Puasa Menurut Ulama

Mayoritas ulama termasuk dari kalangan bermadzhab Syafi’i, tidur seharian tidak membatalkan puasa seseorang, asal pada malam harinya ia sudah niat untuk berpuasa.

Meski Abu Thayyib bin Salamah dan Abu Said Al-Ishthakhriy berpendapat tidak sah puasanya. Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab (6/384) menjelaskan:

إِذَا نَامَ جَمِيعَ النَّهَارِ وَكَانَ قَدْ نَوَى مِنَ اللَّيْلِ صَحَّ صَوْمُهُ عَلَي الْمَذْهَبِ وِبِهِ قَالَ الْجُمْهُورُ وَقَالَ أَبُو الطَّيِّبُ بْنُ سَلْمَةَ وَاَبُو سَعِيدٍ الْاِصْطَخْرِىُّ لَا يَصِحُّ وَحَكَاهُ البَنْدَنِيجِىُّ عَنْ ابْنِ سُرَيْجٍ اَيْضًا وَدَلِيلُ الْجَمِيعِ فِي الْكْتَابِ

Artinya: “Apabila seorang yang berpuasa tidur sepanjang hari sedangkan ia telah berniat puasa pada malam harinya, maka puasanya sah.”

Syarat Tidur Saat Puasa Dapat Dinilai Positif dan Sah

Penjelasan serupa juga disampaikan dalam Kitab Ittihaf Sadat al-Muttaqin. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa tidur dapat bernilai positif apabila dimanfaatkan sebagai sarana menjaga kondisi fisik agar lebih siap menjalankan ibadah.

Oleh karena itu, tidur saat berpuasa dapat disebut sebagai ibadah jika diniatkan untuk menunjang pelaksanaan ibadah lainnya, bukan semata-mata untuk bermalas-malasan. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Murtadla az-Zabidi:

نوم الصائم عبادة ونفسه تسبيح وصمته حكمة، هذا مع كون النوم عين الغفلة ولكن كل ما يستعان به على العبادة يكون عبادة

Artinya: “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, napasnya adalah tasbih, dan diamnya adalah hikmah. Hadis ini menunjukkan bahwa meskipun tidur merupakan inti dari kelupaan, namun setiap hal yang dapat membantu seseorang melaksanakan ibadah maka juga termasuk sebagai ibadah.” (Syekh Murtadla az-Zabidi, Ittihaf Sadat al-Muttaqin, juz 5, hal. 574)

Selain itu, Syekh Nawawi al-Bantani menegaskan bahwa tidur saat puasa hanya bernilai ibadah apabila tidak disertai perbuatan yang merusak pahala puasa, seperti ghibah atau maksiat lainnya.

وهذا في صائم لم يخرق صومه بنحو غيبة، فالنوم وإن كان عين الغفلة يصير عبادة، لأنه يستعين به على العبادة.

Artinya: “Hadis ‘tidurnya orang berpuasa adalah ibadah’ ini berlaku bagi orang yang tidak merusak puasanya, misalnya dengan perbuatan ghibah. Tidur, meskipun merupakan inti kelupaan, dapat bernilai ibadah karena membantu pelaksanaan ibadah.” (Syekh Muhammad bin ‘Umar an-Nawawi al-Bantani, Tanqih al-Qaul al-Hatsits, hal. 66)

Dengan demikian, tidur saat menjalankan puasa dapat bernilai ibadah apabila memenuhi dua syarat utama, yakni dilakukan bukan untuk bermalas-malasan dan tidak disertai perbuatan maksiat yang dapat mengurangi atau merusak nilai ibadah puasa itu sendiri.

Cara Menjaga Jam Tidur Saat Puasa

Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga jam tidur saat puasa, diantaranya:

1. Tidur lebih awal dimalam hari, tidur setelah melakukan shalat tarawih agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum sahur tiba.

2. Bangun sahur secara konsisten dinilai dapat menjaga jam tidur, karena membantu ritme tubuh tetap stabil selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

3. Tidur siang secukupnya, dapat dilakukan selama 20-30 menit untuk mengembalikan energi tanpa menggangu tidur malam.

4. Hindari tidur seharian, karena tidur yang berlebihan di siang hari dapat membuat tubuh cepat merasa lemas dan menurunkan produktivitas ibadah.

5. Kurangi penggunaan gadget, karena paparan layar ponsel sebelum tidur dapat menggangu kualitas istirahat.