Ibu dan Anak Gantung Diri di Kebumen, Diduga Gegara Ditinggal 2 Tahun Sang Suami
HAIJAKARTA.ID – Peristiwa tragis menimpa seorang ibu dan anak gantung diri di Kebumen yang sempat menggegerkan warga Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Seorang ibu berinisial AA (44) bersama anak balitanya, AT (5), ditemukan meninggal dunia di rumah mereka pada Selasa malam, 6 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.
Sementara itu, anak sulung korban berinisial AZ (8) berhasil menyelamatkan diri dan menjadi saksi kunci terungkapnya kasus ibu dan anak gantung diri di Kebumen tersebut.
Ibu dan Anak Gantung Diri di Kebumen
AA dan anak bungsunya ditemukan dalam kondisi tergantung di kusen pintu rumah.
Peristiwa ini terungkap setelah AZ melaporkan kejadian yang dialaminya kepada salah satu kerabat keluarga.
Bocah tersebut diketahui sempat diajak untuk mengakhiri hidup bersama, namun berhasil melarikan diri dan mencari pertolongan.
Kapolsek Buayan Iptu Walali Saebani mengatakan, korban memiliki dua orang anak dan hanya anak sulung yang selamat.
Polisi menemukan indikasi bahwa upaya bunuh diri juga sempat disiapkan untuk AZ.
“Anak korban berjumlah 2 orang. Anak yang duduk di kelas 2 SD selamat, dan kami menemukan adanya tali yang telah disiapkan,” ujar Saebani, Senin (12/1/2026).
Setelah berhasil keluar dari rumah, AZ bertemu dengan pamannya di jalan dan langsung menceritakan apa yang dialaminya.
Ucapan bocah tersebut menjadi petunjuk awal aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ibu dan anak gantung diri di Kebumen.
“Dia menyampaikan bahwa adiknya diikat oleh ibunya,” kata Saebani menirukan pengakuan korban.
Mendapat laporan tersebut, polisi segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut.
Diduga Dipicu Masalah Ekonomi
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa ibu dan anak gantung diri di Kebumen ini diduga dipicu tekanan ekonomi dan persoalan rumah tangga.
Korban diketahui telah ditinggalkan suaminya selama kurang lebih dua tahun terakhir.
“Kami memeriksa ponsel korban, pesan-pesan yang dikirimkan kepada suaminya tidak mendapatkan balasan,” jelas Saebani.
Ia menambahkan, sehari sebelum kejadian AA sempat mengirim pesan melalui WhatsApp yang hanya dibaca, sebelum akhirnya nomor korban diblokir oleh suaminya.
Kondisi tersebut diduga semakin memperberat tekanan psikologis korban.
Polisi juga menemukan unggahan di akun TikTok yang diduga milik AA.
Unggahan bertanggal 6 Januari 2026 itu berisi pesan bernada kekecewaan dan kemarahan kepada suaminya yang dinilai telah meninggalkan dirinya bersama anak-anak.
Tragedi ibu dan anak gantung diri di Kebumen mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani bersama jajaran dinas terkait mengunjungi kediaman keluarga korban pada Jumat (9/1/2026).
“Pemerintah daerah hadir agar keluarga tidak merasa sendirian. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, hingga pembebasan biaya visum,” ujar Bupati Lilis.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Kebumen menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ yang selamat.
Pemerintah daerah juga menawarkan pekerjaan kepada paman dan bibi AZ agar memiliki penghasilan tetap dan dapat mendampingi tumbuh kembang anak tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kebumen, Arum Dwi L, menyampaikan bahwa pihaknya fokus melakukan pendampingan psikologis dengan metode trauma healing yang ramah anak.
“AZ menunjukkan gejala trauma, seperti takut terhadap orang asing. Pendekatan kami lakukan melalui komunikasi ringan dan permainan agar anak kembali merasa aman,” jelas Arum.
Selain itu, keluarga besar juga diimbau untuk tidak mengulang-ulang cerita kejadian di hadapan anak guna mencegah trauma berkepanjangan.
Pemkab Kebumen memastikan pendampingan lintas sektor akan terus dilakukan agar hak pendidikan dan kesehatan AZ tetap terpenuhi.
