sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Langkah heroik Timnas Futsal Indonesia untuk menguasai Asia harus terhenti dengan cara yang paling dramatis.

Dalam partai puncak Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung di Indonesia Arena, Sabtu (7/2/2026) malam, skuad Garuda harus merelakan gelar juara ke tangan Iran setelah kalah dalam babak adu penalti dengan skor 4-5 (4-4).

​Meski gagal mengangkat trofi, perjuangan spartan anak asuh Hector Souto memaksa tim peringkat lima dunia tersebut bertarung hingga titik darah penghabisan dalam durasi 50 menit pertandingan yang penuh tensi.

Waktu Normal: Kejar-kejaran Skor yang Menegangkan

​Indonesia sempat membuat publik Senayan bergemuruh setelah unggul lebih dulu di babak pertama. Kecepatan Israr Megantara dan penyelesaian klinis Samuel Eko membawa Indonesia sempat memimpin 3-2 hingga pertengahan babak kedua.

​Namun, pengalaman berbicara banyak. Iran yang tertinggal terus menekan hingga akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 4-4 melalui skema power play hanya dua menit sebelum waktu normal berakhir.

Skor imbang bertahan hingga babak tambahan waktu (extra time) usai, memaksa pemenang ditentukan lewat titik putih.

Babak Adu Penalti: Faktor Keberuntungan Belum Berpihak

​Ketegangan menyelimuti Indonesia Arena saat memasuki babak tos-tosan. Penendang pertama dan kedua dari kedua tim berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

​Momen kunci terjadi ketika eksekutor ketiga Indonesia, yang melepaskan tendangan keras ke arah kanan, mampu ditepis tipis oleh kiper Iran, Bagher Mohammadi. Sebaliknya, lima penendang Iran tampil tenang dan berhasil menyapu bersih gol, memastikan kemenangan mereka sekaligus mempertahankan status sebagai penguasa futsal Asia.

Kepala Tegak Skuad Garuda

​Meski berakhir dengan air mata, pencapaian sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026 tetap menjadi tinta emas bagi sejarah olahraga Indonesia.

Untuk pertama kalinya, Indonesia mampu berdiri sejajar dengan raksasa futsal dunia dan memaksa mereka bertarung hingga adu penalti.​

“Sepak bola dan futsal terkadang kejam, namun saya sangat bangga. Kami tidak kalah dalam permainan, kami hanya kurang beruntung di adu penalti. Hari ini, Asia melihat bahwa Indonesia bukan lagi tim pelengkap,” ujar Hector Souto dalam konferensi pers pascapertandingan.

​Dengan hasil ini, Iran mengukuhkan gelar ke-13 mereka, sementara Indonesia mengakhiri turnamen sebagai kekuatan baru yang paling ditakuti di Benua Kuning.