sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah setelah pelaksanaan sidang isbat. Hasil sidang isbat tersebut menyatakan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Secara umum, jadwal imsakiyah di Indonesia mengacu pada perhitungan astronomi (hisab) yang diterbitkan oleh lembaga resmi, termasuk Kementerian Agama Republik Indonesia dan lembaga falakiyah terkait.

Penetapan awal Ramadhan dilakukan melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak,termasuk ormas Islam dan para ahli astronomi. Yang dilakukan berdasarkan metode rukyatul hilal dan hisab sebagaimana yang menjadi pedoman resmi pemerintah setiap tahunnya.

Dengan keputusan tersebut, umat Islam di Indonesia, termasuk di Jakarta, mulai melaksanakan puasa pada tanggal tersebut.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Wilayah Jakarta

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Wilayah Jakarta Resmi Dimulai 19 Februari, Cek Waktunya Lengkap 30 Hari!
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Wilayah Jakarta (Source: kemenag)

Berikut jadwal imsak untuk wilayah DKI Jakarta selama Ramadhan 1447 H:

  • 1 Ramadan 1447 H (19 Februari 2026): 04.31 WIB
  • 2 Ramadan (20 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 3 Ramadan (21 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 4 Ramadan (22 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 5 Ramadan (23 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 6 Ramadan (24 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 7 Ramadan (25 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 8 Ramadan (26 Februari 2026): 04.32 WIB
  • 9 Ramadan (27 Februari 2026): 04.33 WIB
  • 10 Ramadan (28 Februari 2026): 04.33 WIB
  • 11 Ramadan (1 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 12 Ramadan (2 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 13 Ramadan (3 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 14 Ramadan (4 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 15 Ramadan (5 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 16 Ramadan (6 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 17 Ramadan (7 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 18 Ramadan (8 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 19 Ramadan (9 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 20 Ramadan (10 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 21 Ramadan (11 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 22 Ramadan (12 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 23 Ramadan (13 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 24 Ramadan (14 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 25 Ramadan (15 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 26 Ramadan (16 Maret 2026): 04.33 WIB
  • 27 Ramadan (17 Maret 2026): 04.32 WIB
  • 28 Ramadan (18 Maret 2026): 04.32 WIB
  • 29 Ramadan (19 Maret 2026): 04.32 WIB
  • 30 Ramadan (20 Maret 2026): 04.32 WIB

Mayoritas waktu imsak berada di rentang 04.31–04.33 WIB, sehingga perbedaan waktunya sangat tipis.

Tips Agar Tidak Terlewat Waktu Imsak

Agar sahur berjalan tenang dan tidak melewati batas waktu subuh, berikut ini merupakan beberapa tips yang bisa kamu lakukan diantaranya sebagai berikut:

1. Pasang Alarm Minimal 45–60 Menit Sebelum Imsak

Bangun lebih awal memberi waktu cukup untuk makan tanpa tergesa-gesa. Idealnya:

  • Alarm pertama: 60 menit sebelum imsak (untuk bangun).
  • Alarm kedua: 30 menit sebelum imsak (pengingat waktu berjalan).
  • Alarm ketiga: 10 menit sebelum imsak (peringatan terakhir).

Ini penting karena selisih waktu imsak di Jakarta selama Ramadhan 1447 H hanya sekitar 1–2 menit per hari (sekitar pukul 04.31–04.33 WIB).

Keterlambatan kecil bisa membuat Anda melewati waktu Subuh.

2. Pahami Perbedaan Imsak dan Subuh

Secara fiqih, batas berhenti makan adalah saat masuk waktu Subuh, bukan saat imsak. Imsak hanyalah tanda kehati-hatian (ihtiyath) agar tidak melewati waktu fajar.

Dalilnya terdapat dalam Al-Qur’an: “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Artinya, yang menjadi batas sah adalah terbit fajar (azan Subuh). Namun, berhenti makan beberapa menit sebelum Subuh dianjurkan untuk menghindari keraguan.

3. Hindari Sahur di Menit Terakhir

Kebiasaan makan tepat menjelang azan berisiko:

  • Tidak sempat minum cukup air.
  • Tergesa-gesa sehingga mengganggu pencernaan.
  • Ragu apakah masih masuk waktu atau tidak.

Idealnya, selesai makan 5–10 menit sebelum imsak agar lebih tenang dan fokus bersiap shalat Subuh.

4. Siapkan Menu Sahur Sejak Malam

Persiapan lebih awal mengurangi potensi panik atau terlambat bangun.
Tips praktis:

  • Masak atau siapkan bahan sejak malam.
  • Gunakan makanan yang praktis dan bergizi (karbohidrat kompleks, protein, air cukup).
  • Hindari menu terlalu berat atau terlalu pedas agar tidak mengganggu ibadah pagi.

Dengan persiapan matang, waktu sahur bisa dimanfaatkan lebih berkualitas, termasuk untuk doa dan dzikir.

5. Gunakan Jadwal Resmi Sesuai Wilayah

Setiap daerah memiliki perbedaan waktu beberapa menit. Karena itu, penting menggunakan jadwal resmi yang diterbitkan lembaga berwenang seperti Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kesalahan mengambil jadwal dari wilayah lain bisa menyebabkan selisih waktu 1–3 menit yang berdampak pada keabsahan puasa.

6. Niatkan Sahur sebagai Ibadah

Sahur bukan sekadar makan dini hari. Rasulullah ﷺ bersabda: “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan niat ibadah, sahur menjadi bagian dari sunnah yang bernilai pahala, bukan sekadar rutinitas.