sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kepergian aktor senior Epy Kusnandar masih menyisakan duka mendalam bagi sang istri, Karina Ranau.

Bahkan, Karina Ranau datangi psikolog usai Epy Kusnandar meninggal karena merasa belum sanggup menghadapi kenyataan bahwa suaminya telah pergi untuk selamanya.

Hingga satu bulan setelah wafatnya Epy Kusnandar, Karina mengaku masih sering menangis, terutama saat berziarah ke makam sang suami.

Rasa kehilangan yang begitu besar membuat kondisi emosionalnya sempat terguncang.

Pengakuan Karina Ranau Datangi Psikolog Usai Epy Kusnandar Meninggal

Karina Ranau mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencari bantuan profesional untuk menguatkan mentalnya setelah Epy Kusnandar meninggal dunia.

“Sampai hari ke berapa setelah Epy meninggal, saya sempat pergi ke psikiater,” aku Karina Ranau, dikutip dari Tribunseleb.

Ia mengaku belum sepenuhnya percaya bahwa Epy Kusnandar meninggalkannya dalam waktu yang begitu singkat. Bahkan setelah tujuh hari kepergian sang suami, Karina masih merasa linglung dan kehilangan arah.

“Saya masih suka lupa, seperti tidak menyangka beliau pergi,” tutur Karina.

Karina Ranau menceritakan momen emosional saat dirinya dan sang anak merasa kebingungan dan tidak tahu harus pergi ke mana setelah tujuh hari Epy Kusnandar wafat.

“Setelah tujuh hari itu saya bingung, kita berdua di jalan nggak tahu harus ke mana. Di mobil kita muter-muter Jakarta, kita harus ke mana?” ungkapnya.

Bahkan, Karina mengaku belum sanggup kembali ke rumah karena rasa kehilangan yang begitu mendalam. Dalam kondisi sedih tersebut, sempat terlintas di benaknya untuk tidur di makam suaminya.

“Nggak berani pulang. Kita akhirnya keliling. Apa kita tidur di makam aja? Pokoknya pengin dekat Papi,” ujarnya dengan suara bergetar.

Pesan Terakhir Epy Kusnandar Sebelum Wafat

Di tengah duka, Karina Ranau juga mengungkap pesan terakhir Epy Kusnandar yang hingga kini masih terngiang di benaknya.

Menurut Karina, sang suami ingin dikenal sebagai dirinya sendiri, bukan hanya sebagai karakter Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun.

“Beliau pernah berkata, ‘Aku ingin jadi Epy Kusnandar, Bun. Tapi semua orang mengenal aku Kang Mus. Bisa nggak aku jadi manusia biasa?’” tutur Karina.

Ia juga mengenang pesan Epy Kusnandar yang disampaikan tiga hari sebelum meninggal kepada sahabatnya, Aris Nugraha.

“Papi bilang, ‘Aku nggak akan ke mana-mana. Aku akan selalu ada di samping Uwa,’” kenang Karina.

Selain cerita duka, Karina Ranau sebelumnya juga menyampaikan rencana untuk memuseumkan barang-barang milik mendiang Epy Kusnandar.

Meski sebagian besar barang tersebut bernilai murah, namun memiliki arti emosional yang sangat besar.

“Harganya cuma Rp 50 ribu atau Rp 10 ribu, beli di rongsokan. Tapi itu sangat berharga,” ujar Karina.

Menurutnya, kegemaran Epy mengoleksi barang-barang tersebut tak lepas dari jiwa seni yang dimilikinya.

“Dia seniman yang gila, jauh dari kata kemewahan. Semua koleksinya barang rusak, barang hancur, dan mencarinya itu susah,” jelas Karina.

Ke depan, Karina berharap koleksi tersebut bisa diabadikan dan bahkan dimanfaatkan sebagai properti seni, mengingat putra Epy Kusnandar kini mulai terjun ke dunia akting.