Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kartun legendaris Doraemon berhenti tayang di TV per awal 2026, kabar ini menjadi perhatian bagi banyak generasi penonton di Indonesia, terutama mereka yang tumbuh dengan menjadikan Doraemon sebagai teman setia setiap Minggu pagi.

Hilangnya cerita tentang robot kucing dari masa depan di Tv ini menandai berakhirnya sebuah tradisi akhir pekan yang telah bertahan lebih dari tiga dekade.

Isyarat berakhirnya penayangan Doraemon mulai berhenti tayang di TV semakin menguat setelah dilakukan penelusuran pada jadwal siaran resmi RCTI dan platform RCTI+.

Berdasarkan pantauan sejak akhir Desember 2025 hingga pekan pertama Januari 2026, slot Minggu pagi yang selama ini identik dengan Doraemon tampak kosong, tidak lagi tercantum dalam daftar program mingguan yang akan ditayangkan.

Hingga kini, baik pihak stasiun televisi maupun pemegang lisensi belum menyampaikan keterangan resmi terkait alasan penghentian tayangan Doraemon di layar kaca Indonesia.

Namun, di balik absennya kartun legendaris Doraemon tersebut telah menemani anak-anak Indonesia selama 35 tahun.

Kondisi ini memicu beragam spekulasi di kalangan penonton setia.

Sejumlah Faktor yang Diduga Jadi Penyebab

Beberapa faktor dinilai berpotensi memengaruhi keputusan penghentian tayangan Doraemon di televisi nasional, di antaranya:

1. Perubahan strategi program stasiun TV

Evaluasi rating dan pergeseran fokus program menjadi salah satu faktor yang diduga kuat.

Stasiun televisi kemungkinan memprioritaskan tayangan lain yang dinilai lebih relevan dengan karakter audiens saat ini.

2. Perubahan pola konsumsi tontonan anak-anak

Anak-anak kini semakin akrab dengan platform digital dan layanan streaming.

Konten animasi lebih banyak dikonsumsi melalui gawai dibandingkan televisi konvensional, sehingga memengaruhi keberlanjutan program anak di TV.

3. Isu hak siar dan lisensi

Faktor lisensi juga menjadi sorotan.

Indikasi ini terlihat dari beberapa film layar lebar Doraemon yang belakangan justru tayang di stasiun televisi lain, memunculkan dugaan adanya peralihan atau berakhirnya kontrak hak siar.

Akhir Sebuah Tradisi Generasi

Bagi banyak keluarga Indonesia, Doraemon bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari memori kolektif lintas generasi.

Setiap Minggu pagi, kisah Nobita, Doraemon, dan kantong ajaibnya menjadi hiburan sekaligus pelajaran moral yang sederhana namun membekas.

Meski belum ada pernyataan resmi, berhentinya penayangan ini tetap meninggalkan rasa kehilangan.

Jika benar berakhir, maka kartun legendaris Doraemon berhenti tayang di TV menjadi penanda perubahan besar dalam lanskap tontonan anak di Indonesia, sekaligus simbol bergesernya era dari layar kaca ke dunia digital.

Reaksi Netizen

Sebagian besar netizen merasakan sedih kehilangan tontonan yang menjadi rutinitas di Minggu pagi, menuliskan ucapan terima kasih.

“Terimakasih Film kartun favoriteku. jadi inget masa kecilku, Dari aku jaman bocil sampe aku uda punya bocil aku tetep suka film nya,” tulis salah satu akun @raze***

“Terimakasih Doraemon semoga kamu balik lagi di station tv lain,” tulis akun @masj***

Ada yang beranggapan jika kartun legendaris tersebut merupakan ikonik dari salah satu stasiun TV RCTI, namun sangat disayangkan kartun ini sudah tidak lagi ditayangkan.

“padahal yang palik ikonik dari RCTI itu kartun Doraemon, kalo aja liat RCTI pasti selalu ingat kartun Doraemon,” tulis akun @zasv***

Adanya dugaan tayang pada stasiun TV lain, dari tanggapan salah satu netizen

“Rumornya bakal pindah ke Trans TV gan, lagi proses dubbing.. kalau bener balik lagi kesini, februari,” tulis akun @weh***