Kelangkaan BBM Shell Terulang, Wakil Mentri ESDM Buka Suara Soal Impor 2026: Prosesnya Sudah Berjalan
HAIJAKARTA.ID – Stok BBM Shell di sejumlah SPBU swasta kembali mengalami kelangkaan setelah sebelumnya sempat normal pada Desember 2025 melalui kerja sama dengan Pertamina. Kondisi ini memicu respons pemerintah yang memastikan proses perizinan impor bahan bakar minyak sebenarnya sudah berjalan.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan jika proses perizinan impor sebenarnya sudah berjalan.
Sebagai informasi, badan usaha swasta memang memerlukan perizinan pemerintah untuk bisa mengimpor BBM.
“Yang ini kalau untuk izin impor itu kan prosesnya sudah berjalan,” kata Yuliot, pada Jumat (30/1/2026).
Ia juga menyatakan, jika badan usaha swasta sudah bisa untuk melakukan impor BBM baik secara mandiri maupun melalui alternatif kerja sama dengan Pertamina dalam pengadaan BBm.
Wakil Mentri ESDM Buka Suara Soal Impor 2026: Prosesnya Sudah Berjalan
Yuliot menjelaskan, SPBU swasta seharusnya sudah melaksanakan proses. Selain itu, kerja sama dengan Pertamina juga menjadi opsi apabila badan usaha belum mendapatkan sumber pasokan sendiri.
“Itu kan kemarin itu seharusnya SPBU swasta itu kan sudah bisa melaksanakan proses, apakah sendiri ataupun itu kalau memang belum mendapatkan sumber, itu kan bekerja sama dengan Pertamina,” jelas Yuliot.
Menurutnya, Kementerian ESDM terus berupaya menjaga sinergi agar ketersediaan BBM tetap terjamin, baik di SPBU Pertamina maupun SPBU swasta. Evaluasi terhadap distribusi dan pasokan juga terus dilakukan.
“Tetap kita usahakan sinergi bagaimana ketersediaan BBM baik oleh Pertamina maupun oleh Badan Usaha, itu bisa tetap itu berjalan. Itu mungkin hal yang perlu kita evaluasi kembali,” ujarnya.
Sementara itu, President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian mengungkapkan, perusahaan saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.
“Shell Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini, sehingga kami dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra kami,” ungkap Ingrid.
Kelangkaan BBM di SPBU swasta seperti Shell diketahui bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kondisi serupa sempat muncul pada Januari dan Agustus 2025, sebelum akhirnya pasokan kembali tersedia pada Desember 2025 melalui kerja sama dengan Pertamina.

