KH Faturrahman Ya’qub Kembali Terpilih Pimpin DPW FUHAB Jakarta Barat Periode 2026–2031!
HAIJAKARTA.ID- Dewan Pimpinan Wilayah Forum Ulama Habaib (FUHAB) Jakarta Barat sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) tahun 2026 dalam suasana penuh khidmat, tertib, dan sarat makna kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menentukan arah organisasi sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, habaib, dan pemerintah daerah di wilayah Jakarta Barat.
Muswil yang dihadiri berbagai tokoh agama, pengurus, serta perwakilan pemerintah ini tidak hanya menjadi forum evaluasi program kerja sebelumnya, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk merumuskan langkah-langkah ke depan dalam menjawab tantangan sosial dan keagamaan yang terus berkembang di tengah masyarakat perkotaan.
Penegasan Peran FUHAB sebagai Pilar Moral Umat
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua DPW FUHAB Jakarta Barat, KH Faturrahman Ya’qub, S.Pd menegaskan bahwa keberadaan FUHAB harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai moral, spiritual, serta persatuan umat.
Ia menyampaikan bahwa di tengah arus modernisasi dan perubahan sosial yang begitu cepat, organisasi keagamaan dituntut tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu beradaptasi secara bijak.
Menurutnya, FUHAB memiliki peran strategis sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai elemen umat, termasuk ulama, habaib, dan masyarakat luas, agar tetap berada dalam koridor ukhuwah Islamiyah.
“FUHAB harus tetap hadir sebagai perekat umat. Kita tidak hanya berfungsi menjaga warisan tradisi keagamaan, tetapi juga dituntut responsif terhadap dinamika sosial yang terjadi di Jakarta Barat,” ungkapnya.
Apresiasi dan Dukungan Pemerintah Kota
Kehadiran perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Barat turut memperkuat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas sosial.
Kabag Kesra Jakarta Barat, H. Abdurrahman, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi atas kiprah FUHAB selama ini.
Ia menilai bahwa kontribusi FUHAB sangat nyata dalam menjaga suasana religius, mempererat hubungan antarumat, serta membantu pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Pemerintah berharap hubungan sinergis antara ulama dan umara dapat terus ditingkatkan, sehingga pembangunan di bidang sosial dan keagamaan dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.
Arahan Strategis dari Pimpinan Pusat
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP FUHAB Jakarta, Habib Abdullah Muhsin Alatas, memberikan arahan kepada seluruh peserta Muswil.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan dalam organisasi keagamaan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap soliditas dan kemandirian DPW FUHAB Jakarta Barat yang dinilai mampu menjalankan roda organisasi secara konsisten dan produktif.
Hal tersebut dianggap sebagai modal penting dalam menghadapi tantangan organisasi ke depan.
Pemilihan Ketua Berlangsung Secara Aklamasi
Agenda utama dalam Muswil ini adalah pemilihan ketua untuk periode mendatang.
Dalam sidang pleno yang berlangsung secara demokratis dan penuh semangat musyawarah mufakat, seluruh peserta sepakat untuk kembali memilih KH Faturrahman Ya’qub sebagai Ketua DPW FUHAB Jakarta Barat untuk masa bakti 2026–2031.
Pemilihan secara aklamasi ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari seluruh elemen organisasi terhadap kepemimpinan beliau.
Keberhasilan menjaga stabilitas organisasi, memperluas jaringan, serta menjalankan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat menjadi alasan utama terpilihnya kembali beliau.
Optimisme dan Agenda Strategis Lima Tahun ke Depan
Dengan terpilihnya kembali KH Faturrahman Ya’qub, DPW FUHAB Jakarta Barat menatap masa depan dengan optimisme yang kuat.
Organisasi ini berkomitmen untuk terus memperkuat peran dalam pembinaan umat, meningkatkan kualitas dakwah, serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat yang majemuk.
Selain itu, program penguatan ekonomi berbasis jamaah juga menjadi salah satu fokus utama ke depan.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat, sekaligus memperkuat kemandirian komunitas.
Tidak hanya itu, FUHAB juga berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya, guna menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan di Jakarta Barat.
Keberlanjutan kepemimpinan ini diyakini menjadi fondasi kuat bagi organisasi untuk terus berkembang, beradaptasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat luas.
