Kinerja Transjakarta Dipuji Pramono Anung, Kontribusi Tembus Rp 73,8 Triliun
HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kinerja TransJakarta yang dinilai mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian ibu kota hingga mencapai Rp 73,8 triliun.
Menurut Pramono, capaian tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah penggunaan layanan TransJakarta yang kini melayani sekitar 1,4 juta penumpang di setiap harinya.
Ia menilai, peran transportasi publik sangat vital dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan.
“Dengan capaian tersebut, TransJakarta telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi sistem transportasi di Jakarta. Bahkan, berdasarkan data Time Out 2025, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan di Asia berada di posisi kedua setelah Singapura,” ujar Pramono dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).
Kinerja Transjakarta Dipuji Pramono Anung
Pramono menjelaskan bahwa investasi di sektor transportasi melalui TransJakarta memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ia menyebut, setiap Rp 1 triliun investasi mampu menghasilkan dampak ekonoi hingga Rp 3,2 triliun.
“Momentum ini harus dijaga. Semakin besar Transjakarta, harapan publik pun semaki tinggi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Menurutnya, peningkatan disiplin operasional dan keselamatan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Kami mendukung penindakan tegas, termasuk pemberian sanksi kepada operator maupun pramudi yang lalai. Saya juga telah meminta Direktur Utama TransJakarta untuk mengambil langkah tegas dalam setiap pelanggaran,” tegas Pramono.
Dukungan Anggaran dan Manfaat untuk Masyarakat
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menyatakan dukungan terhadap penguatan layanan transportasi publik melalui alokasi Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp4,8 triliun, atau sekitar 5,99 persen dari total APBD.
“Setiap Rp1 triliun PSO memberikan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun. Ini merupakan bentuk imbal balik pemerintah kepada masyarakat atas kontribusi pajak, yang kami kembalikan dalam bentuk layanan transportasi publik,” ungkap Khoirudin.
Ia menambahkan, sektor transportasi merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar dalam rumah tangga. Oleh karena itu, kehadiran layanan transportasi publik yang terjangkau dan berkualitas diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta.
