HAIJAKARTA.ID- Dua gelaran besar di Ibu Kota, yakni konser Kanye West yang dikenal dengan nama Ye dan Jakarta Running Festival (JRF) 2026, memberikan kontribusi ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp625 miliar.

Dampak tersebut diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah kedua acara menarik puluhan ribu pengunjung dari luar daerah.

Perhelatan berskala internasional itu dinilai turut menggerakkan berbagai sektor usaha di Jakarta, mulai dari perhotelan, kuliner, hingga pusat perbelanjaan.

Kehadiran pengunjung dari luar Jakarta juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal.

Pramono menyampaikan bahwa nilai dampak ekonomi dari kedua kegiatan tersebut telah dihitung melalui koordinasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Konser Ye Sumbang Rp450 Miliar

Pramono menjelaskan, konser Ye memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp450 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp328 miliar berasal dari penjualan tiket konser.

Angka itu menunjukkan besarnya potensi kegiatan hiburan berskala internasional dalam mendorong aktivitas ekonomi perkotaan.

Selain penjualan tiket, pengeluaran pengunjung untuk kebutuhan akomodasi, makanan, transportasi, dan aktivitas lainnya juga berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian Jakarta.

Meski demikian, nilai Rp450 miliar tersebut merupakan estimasi dampak ekonomi yang disampaikan gubernur, bukan semata-mata pendapatan penyelenggara konser.

Jakarta Running Festival 2026 Hasilkan Rp175 Miliar

Sementara itu, Jakarta Running Festival (JRF) 2026 diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp175 miliar.

Ajang olahraga lari tersebut tidak hanya menghadirkan peserta dan pengunjung, tetapi juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ratusan merek.

Keterlibatan berbagai pelaku usaha menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan acara olahraga berskala besar.

Aktivitas peserta dan pengunjung berpotensi meningkatkan transaksi, memperluas jangkauan promosi produk, serta membuka kesempatan bagi UMKM untuk menjangkau konsumen baru.

Dengan kontribusi yang diperkirakan mencapai Rp175 miliar, JRF 2026 turut memperlihatkan potensi kegiatan olahraga sebagai penggerak ekonomi sekaligus sarana promosi Jakarta.

Perputaran Ekonomi Kedua Acara Capai Rp625 Miliar

Jika digabungkan, dampak ekonomi konser Ye dan Jakarta Running Festival 2026 diperkirakan mencapai Rp625 miliar. Perinciannya terdiri atas sekitar Rp450 miliar dari konser Ye dan Rp175 miliar dari JRF 2026.

Pramono mengungkapkan angka tersebut saat memberikan keterangan di Jakarta Barat pada Senin (26/10/2026).

“Ye kurang lebih Rp450 miliar, kemudian Jakarta Running Festival Rp175 miliar, kalau dijumlahkan kurang lebih Rp625 miliar,” ujar Pramono, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia.

Kedua acara itu juga disebut menarik sekitar 50 ribu pengunjung dari luar daerah. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap penginapan, makanan dan minuman, transportasi, serta berbagai layanan pendukung lainnya.

Peluang Jakarta Mengembangkan Wisata Acara

Besarnya estimasi dampak ekonomi dari konser internasional dan festival olahraga tersebut memperlihatkan peluang Jakarta untuk terus mengembangkan wisata berbasis acara atau event tourism.

Konser musik dapat menarik penonton dari berbagai daerah, sedangkan festival olahraga berpotensi mendatangkan peserta, komunitas, dan pendamping yang menggunakan beragam layanan selama berada di Ibu Kota.

Agar manfaatnya semakin luas, penyelenggaraan acara berskala besar perlu diikuti dengan keterlibatan pelaku usaha lokal, pengelolaan transportasi yang baik, serta dukungan fasilitas publik yang memadai.

Bagi Jakarta, agenda hiburan dan olahraga bukan hanya menjadi sarana rekreasi masyarakat, melainkan juga berpotensi menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan promosi kota.