Mahasiswa Bandung Serukan Reformasi Ekonomi, Soroti Pelemahan Rupiah dan Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok!
HAIJAKARTA.ID- Gelombang kritik terhadap kondisi ekonomi nasional kembali mengemuka.
Kali ini, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan keresahan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir serta meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Massa aksi menilai kondisi ekonomi saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah agar dampaknya tidak semakin dirasakan oleh masyarakat luas.
Aksi berlangsung pada sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Jalan Braga, Babakan Ciamis, Kota Bandung.
Kehadiran mahasiswa di depan kantor BI menjadi simbol tuntutan agar pemerintah dan otoritas ekonomi segera mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Tuntut Langkah Cepat Pemerintah
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berfokus pada persoalan ekonomi.
Mereka menyoroti melemahnya kurs rupiah dan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang dinilai telah memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Menurut massa aksi, kondisi ekonomi yang tidak stabil berpotensi menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Karena itu, mereka meminta pemerintah untuk segera menghadirkan kebijakan yang mampu mengendalikan gejolak ekonomi sekaligus memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang paling terdampak.
Mahasiswa juga menilai bahwa upaya pemulihan ekonomi perlu dilakukan secara menyeluruh agar tidak hanya berfokus pada indikator makroekonomi, tetapi juga mampu dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat bawah.
Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan
Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu isu utama yang disuarakan dalam aksi tersebut.
Mahasiswa menilai fluktuasi nilai tukar memiliki dampak luas terhadap perekonomian nasional, termasuk terhadap harga barang dan biaya produksi.
Ketika nilai tukar rupiah mengalami tekanan, berbagai sektor ekonomi berpotensi terkena dampak, terutama sektor yang masih bergantung pada bahan baku atau komponen impor.
Kondisi ini pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa yang harus ditanggung masyarakat.
Karena itu, para peserta aksi meminta pemerintah dan otoritas moneter untuk memperkuat langkah-langkah yang dapat menjaga stabilitas nilai tukar serta meningkatkan kepercayaan terhadap perekonomian nasional.
Kenaikan Harga Bahan Pokok Dikeluhkan
Selain isu pelemahan rupiah, mahasiswa juga menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Kenaikan harga bahan makanan dinilai semakin memperberat beban rumah tangga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Massa aksi menilai pengendalian harga kebutuhan pokok harus menjadi prioritas pemerintah.
Menurut mereka, stabilitas harga pangan memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi tekanan ekonomi yang dirasakan oleh keluarga berpenghasilan rendah.
Mahasiswa berharap pemerintah dapat memperkuat pengawasan distribusi, menjaga ketersediaan pasokan, serta memastikan harga kebutuhan pokok tetap berada dalam tingkat yang terjangkau bagi masyarakat.
Aksi Berlangsung Tertib
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jalan Braga sempat menyebabkan sebagian ruas jalan digunakan oleh peserta demonstrasi. Namun demikian, aktivitas lalu lintas di sekitar lokasi dilaporkan tetap berjalan normal.
Kendaraan masih dapat melintas meskipun kecepatan arus lalu lintas sempat melambat ketika melewati area tempat aksi berlangsung. Situasi secara umum tetap terkendali selama kegiatan penyampaian aspirasi tersebut berlangsung.
Keberadaan aparat keamanan dan pengaturan lalu lintas turut membantu menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.
Cerminan Keresahan Masyarakat
Aksi mahasiswa di Bandung menjadi salah satu bentuk respons terhadap berbagai persoalan ekonomi yang tengah menjadi perhatian publik.
Dalam beberapa pekan terakhir, isu pelemahan rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, inflasi, hingga daya beli masyarakat kerap menjadi pembahasan di berbagai kalangan.
Sejumlah pelaku usaha, akademisi, dan kelompok masyarakat sebelumnya juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak tekanan ekonomi yang berpotensi memengaruhi aktivitas usaha maupun kondisi sosial masyarakat.
Mahasiswa menilai bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas ekonomi dapat segera dipulihkan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

