Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pemuda Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap tayangan Mens Rea milik komika Pandji Pragiwaksono yang dinilai berpotensi memecah belah bangsa.

Massa menilai isi materi dalam tayangan tersebut tidak lagi mengedepankan komedi yang sehat dan edukatif. Demonstrasi sempat diwarnai ketegangan ketika aparat kepolisian memadamkan sejumlah atribut yang dibakar pengunjuk rasa di depan gerbang Gedung Komdigi.

Salah satu peserta aksi menyampaikan bahwa tayangan tersebut telah melampaui batas kritik yang wajar.

“Kami menilai materi komedi itu tidak lagi bersifat membangun, melainkan berpotensi memecah persatuan dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujar seorang perwakilan massa aksi.

Petugas Satpol PP dan kepolisian terlihat berjaga untuk mengamankan jalannya aksi agar tidak meluas.

Makna Mens Rea Pandji Pragiwaksono

Di tengah polemik tersebut, publik ramai mempertanyakan makna mens rea Pandji Pragiwaksono yang menjadi judul pertunjukan stand up comedy-nya.

Istilah mens rea sendiri bukanlah istilah baru, melainkan konsep yang berasal dari dunia hukum pidana.

Dikutip dari laman Cornell Law School, mens rea merupakan unsur niat atau keadaan batin seseorang yang menunjukkan adanya “pikiran yang bersalah”.

Unsur ini menjadi salah satu syarat penting dalam hukum pidana, selain actus reus atau perbuatan fisik yang melanggar hukum.

Konsep mens rea menegaskan bahwa seseorang tidak dapat dipidana hanya karena melakukan suatu perbuatan, melainkan harus dibuktikan pula adanya niat atau kesengajaan yang dapat dipersalahkan.

“Hukum pidana membedakan secara tegas antara perbuatan yang terjadi tanpa kesengajaan dengan perbuatan yang dilakukan dengan niat jahat,” tulis Cornell Law School.

Dalam pertunjukan Mens Rea, Pandji Pragiwaksono menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi politik dan sosial Indonesia pasca-Pemilu 2024.

Ia menyoroti carut-marut perpolitikan nasional, perilaku elite politik, hingga dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Salah satu materi yang ramai diperbincangkan adalah sindiran terhadap kasus mantan jenderal polisi yang terseret kasus narkoba.

Dengan gaya satire, Pandji mengemas ironi tersebut sebagai bentuk kritik sosial.

“Kritik ini disampaikan lewat humor gelap untuk menunjukkan betapa rapuhnya sistem jika disalahgunakan,” ucap Pandji dalam tayangan tersebut.

Pandji juga menyinggung fenomena pemimpin dari kalangan artis. Ia menilai masyarakat kerap lebih mengutamakan popularitas, citra, dan latar belakang ketimbang kapasitas serta rekam jejak.

Nama-nama seperti Dede Yusuf, Dicky Chandra, Deddy Mizwar, Sahrul Gunawan, hingga Jeje Govinda dijadikan contoh bagaimana ketenaran masih menjadi faktor dominan dalam demokrasi elektoral.

Tema politik balas budi juga menjadi sorotan dalam Mens Rea Pandji Pragiwaksono. Pandji mengkritik kondisi pasca-Pilpres 2024 ketika partai-partai yang sebelumnya berseberangan akhirnya bergabung ke dalam pemerintahan.

Menurutnya, minimnya oposisi berpotensi melemahkan fungsi pengawasan.

“Jika hampir semua pihak berada di lingkar kekuasaan, maka mekanisme kontrol akan berjalan pincang,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Pandji menggunakan analogi pemberian izin konsesi tambang kepada NU dan Muhammadiyah sebagai ilustrasi politik timbal balik. Analogi inilah yang kemudian memicu protes dari sejumlah organisasi kepemudaan kedua ormas tersebut.

 Kritik Elite Politik

Isu keadilan hukum dirangkum Pandji dalam slogan “no viral, no justice”. Ia menilai banyak kasus hukum baru mendapat perhatian serius setelah viral di media sosial.

“Kondisi ini membuat masyarakat seolah dipaksa berharap pada viralitas, bukan pada sistem hukum,” katanya.

Selain itu, Pandji juga mengkritik privilege politik elite, termasuk menyinggung Kaesang Pangarep yang dinilai secara cepat menjadi ketua umum partai, serta gaya kampanye Prabowo Subianto. Kritik terhadap Gibran Rakabuming Raka pun menjadi bagian yang paling banyak diperbincangkan dan memicu respons dari sejumlah figur publik.

Link Nonton Mens Rea Pandji Pragiwaksono di Netflix

Pertunjukan Mens Rea Pandji Pragiwaksono resmi tayang di Netflix sejak Sabtu, 27 Desember 2025.

Tayangan ini langsung masuk jajaran program paling banyak ditonton di Netflix Indonesia.

Penonton dapat menyaksikan tayangan tersebut melalui laman resmi Netflix berikut ini: https://www.netflix.com/id-en/title/82627260