Mobil Damkar Dilempari Warga di Lampung Barat Gegara Diduga Telat Tangani Kebakaran, Ini Tanggapan Bupati!
HAIJAKARTA.ID – Mobil damkar dilempari warga di Lampung menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan mobil dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lampung Barat diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari warga.
Video tersebut viral di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat.
Mobil Damkar Dilempari Warga di Lampung Barat Viral
Dalam rekaman yang beredar, perekam menyebutkan bahwa aksi warga dipicu oleh kekecewaan lantaran mobil damkar dinilai datang terlambat ke lokasi kebakaran. Peristiwa itu disebut terjadi di Desa Canggu, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, Kamis (8/1/2026).
Saat mobil damkar tiba, api disebut sudah padam dan hanya menyisakan puing-puing bangunan rumah yang terbakar. Perekam video terdengar melontarkan pernyataan bernada kecewa sambil memperlihatkan warga memukuli badan mobil pemadam.
“Mobil pemadam kebakaran sudah datang, tetapi rumahnya sudah habis terbakar. Tidak ada lagi manfaat datang ke lokasi,” ujar perekam video tersebut.
Bupati Lampung Barat Klarifikasi
Menanggapi viralnya video mobil damkar dilempari warga di Lampung, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membantah narasi yang berkembang di media sosial. Ia menegaskan informasi dalam video tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurut Parosil, pernyataan perekam video muncul secara spontan karena kepanikan dan kekhawatiran saat menyaksikan kebakaran.
“Itu tidak sesuai fakta di lapangan. Pernyataan dalam video muncul karena situasi panik dan emosi saat kejadian,” ujar Parosil saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa perekam video telah menyadari kekeliruannya dan membuat video klarifikasi disertai permohonan maaf kepada petugas pemadam kebakaran serta pemerintah daerah.
“Yang bersangkutan sudah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka,” jelasnya.
Perekam Video Sampaikan Permohonan Maaf
Dalam video klarifikasi yang beredar, perekam bernama Hermansyah menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya yang dinilai menyesatkan publik. Ia mengakui pernyataannya dilontarkan dalam kondisi emosi dan tanpa pertimbangan matang.
“Saya Hermansyah, dengan ini memohon maaf kepada seluruh petugas pemadam kebakaran Lampung Barat, juga kepada Bupati dan Wakil Bupati, atas ucapan saya yang keliru. Saya sungguh menyesal,” ucapnya.
Parosil pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat menyebarkan informasi terkait peristiwa darurat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Barat, Domi Nofalisa Utama Faizul, membenarkan adanya perlakuan kurang menyenangkan yang dialami petugas di lokasi kejadian.
Meski demikian, pihaknya mengaku memahami kondisi psikologis warga yang terdampak langsung oleh musibah kebakaran.
“Petugas sudah memahami risiko di lapangan. Kami memaklumi masyarakat yang panik saat melihat api membesar,” kata Domi.
Ia menegaskan, petugas tetap fokus menjalankan tugas pemadaman selama kejadian tersebut tidak menghambat proses penanganan kebakaran.
“Kami tetap menjalankan tugas utama. Selama tidak mengganggu proses pemadaman, situasi seperti itu masih bisa dipahami karena faktor kepanikan,” tegasnya.

