sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kasus dugaan pencurian motor dengan modus pura-pura menyewa kontrakan terjadi di kawaasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Pelaku diduga memanfaatkan kelengahan korban dengan berpura-pura menjadi calon penyewa sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor milik korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (14/5/2026) sekitar pukul 13.45 WIB dan kini tengah ditangani oleh Polsek Cimanggis setelah viral di media sosial.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, mengatakan pelaku awalnya datang untuk mencari kontrakan dengan memberikan uang muka sebesar Rp 200 ribu.

“(Modus) mencari kontrakan dan kemudian meminjam kendaraan korban,” kata AKP Made Budi dalam keterangannya pada Minggu, (17/5/2026).

Modus Sewa Kontrakan di Depok Berujung Motor Raib

Korban diketahui merupakan penghuni sekaligus orang kepercayaan pemilik kontrakan di lokasi kejadian. Awalnya, pelaku datang seperti calon penyewa pada umumnya dan melakukan komunikasi secara santai dengan korban.

Setelah memberikan uang muka, pelaku kemudian meminta tolong dibelikan nasi padang. Anak korban berinisial A diminta keluar untuk membeli makanan tersebut. Di saat bersamaan, pelaku berpamitan ingin membeli bohlam lampu.

“Kemudian pelaku meminta membelikan nasi padang dan menyuruh anak korban berinisial A, membelikan makan, pelaku pamit ingin membeli bohlam lampu,” tuturnya.

Namun ketika anak korban kembali, pelaku justru menghentikannya dan meminjam motor dengan alasan ingin membeli barang lain.

“Namun setelah ditunggu ternyata pelaku tidak kunjung datang,” kata Made.

Korban baru menyadari telah menjadi korban penipuan setelah pelaku tidak kembali dan motor dibawa kabur.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Cimanggis. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal, terlebih saat meminjamkan kendaraan pribadi meski pelaku terlihat meyakinkan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi warga untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kini semakin beragam dan menyasar lingkungan permukiman.