Niat Sholat Tarawih dan Witir Lengkap: Arab Latin, Arti, Serta Keutamaanya di Bulan Ramadan!
HAIJAKARTA.ID- Mau tahu niat sholat tarawih dan witir lengkap dengan arab latin maupun artinya sebagai pedoman kita dalam menjalankan ibadah bulan Ramadan?
Bulan Ramadan selalu identik dengan suasana ibadah yang lebih khusyuk, salah satunya melalui pelaksanaan salat Tarawih yang dilakukan selepas Isya hingga menjelang witir.
Salat sunah ini menjadi amalan istimewa yang hanya ada di bulan Ramadan dan dianjurkan bagi seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan.
Berdasarkan penjelasan dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kementerian Agama Republik Indonesia), salat Tarawih termasuk dalam qiyamul lail Ramadan, yakni ibadah malam khusus yang memiliki keutamaan besar.
Hukumnya sunah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara rutin selama Ramadan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW, disebutkan bahwa siapa saja yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Bacaan Niat Salat Tarawih
Niat salat Tarawih bisa disesuaikan dengan posisi seseorang, apakah sebagai imam, makmum, atau melaksanakannya sendiri.
1. Niat Salat Tarawih sebagai Imam
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat salat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah SWT.”
2. Niat Salat Tarawih sebagai Makmum
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat salat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah SWT.”
3. Niat Salat Tarawih Sendirian
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat salat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah SWT.”
Salat Witir, Penutup Ibadah Malam Ramadan
Setelah Tarawih, umat Islam dianjurkan menutup ibadah malam dengan salat witir. Ibadah ini juga bersifat sunah, namun memiliki kedudukan penting sebagai penyempurna rangkaian salat malam.
Mengutip kajian dari situs keislaman terpercaya seperti NU Online, kata “witir” berarti ganjil, sehingga jumlah rakaatnya selalu ganjil, minimal satu rakaat.
1. Niat Salat Witir Satu Rakaat
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatan minal witri rak‘atan lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat salat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta‘ala.”
2. Niat Salat Witir Dua Rakaat
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatan minal witri rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat salat sunah witir dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”
Keutamaan Tarawih dan Witir
Salat Tarawih dan witir bukan sekadar rutinitas ibadah Ramadan, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain menjadi ladang pahala, ibadah malam ini juga diyakini mampu menghapus dosa-dosa masa lalu apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Tak heran jika setiap malam Ramadan, masjid-masjid di berbagai daerah dipenuhi jamaah yang ingin meraih keberkahan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Melaksanakan salat Tarawih dan witir secara konsisten selama Ramadan merupakan bentuk kecintaan seorang muslim terhadap ibadah dan momentum memperbaiki diri.
Dengan memahami bacaan niat, arti, serta keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran.
Semoga Ramadan tahun ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbanyak amal, memperkuat iman, dan meraih ampunan Allah SWT.

