HAIJAKARTA.ID- Niat sholat Tarawih sebagai Makmum dan Imam, begini bacaan lengkapnya!
Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dinantikan umat Islam saat bulan Ramadan.
Ibadah ini dikerjakan pada malam hari setelah salat Isya dan sebelum salat Witir.
Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah, sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.
Salat Tarawih memiliki keutamaan besar, terutama sebagai momentum meraih ampunan dan meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan.
Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan
Salat Tarawih termasuk dalam kategori qiyamul lail (salat malam) yang dikhususkan pada bulan Ramadan.
Dalam hadis riwayat Muttafaq ‘Alaih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan dengan iman dan penuh keikhlasan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Selain itu, dalam hadis riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan an-Nasa’i disebutkan bahwa orang yang mengikuti salat Tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, akan dicatat seperti melaksanakan ibadah satu malam penuh.
Hal ini menunjukkan bahwa Tarawih bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi kesempatan emas untuk memperbanyak pahala dan memperbaiki kualitas spiritual.
Bacaan Niat Salat Tarawih Lengkap
Berikut bacaan niat salat Tarawih sesuai posisi masing-masing:
1. Niat Salat Tarawih sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Salat Tarawih sebagai Makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Salat Tarawih Sendiri (Munfarid)
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Jumlah rakaat Tarawih selalu genap. Di Indonesia, praktik yang umum dilakukan adalah 8 rakaat atau 20 rakaat, kemudian ditutup dengan salat Witir 3 rakaat.
Perbedaan jumlah rakaat ini telah menjadi bagian dari khazanah fiqih dan keduanya memiliki dasar yang kuat dalam tradisi keilmuan Islam.
Tata Cara Salat Tarawih
Secara umum, tata cara salat Tarawih sama seperti salat sunnah dua rakaat lainnya, yakni:
- Membaca niat sesuai posisi (imam, makmum, atau sendiri).
- Takbiratul ihram.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah atau ayat Al-Qur’an.
- Rukuk dengan tumakninah.
- I’tidal dengan tumakninah.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Bangkit untuk rakaat kedua dan mengulang bacaan seperti rakaat pertama.
- Tasyahud akhir.
- Salam.
Rangkaian tersebut diulang hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan.
Doa Setelah Salat Tarawih (Doa Kamilin)
Setelah menyelesaikan seluruh rakaat Tarawih, umat Islam biasanya membaca doa yang dikenal sebagai Doa Kamilin.
Doa ini berisi permohonan agar dijadikan hamba yang sempurna imannya, rajin menunaikan kewajiban, sabar atas ujian, serta termasuk golongan yang mendapatkan keselamatan di akhirat.
Doa ini dibaca untuk memohon keberkahan, diterimanya amal ibadah, serta penguatan iman selama Ramadan.
Momentum Memaksimalkan Ibadah Ramadan
Salat Tarawih menjadi simbol semangat kebersamaan umat Islam dalam menyambut dan menjalani Ramadan.
Di berbagai daerah, masjid-masjid dipenuhi jamaah yang ingin meraih pahala dan keutamaan malam Ramadan.
Baik dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri di rumah, yang terpenting adalah menjaga niat, kekhusyukan, dan konsistensi dalam beribadah.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga kita semua diberi kekuatan untuk istiqamah melaksanakan salat Tarawih dari malam pertama hingga akhir Ramadan, serta termasuk golongan hamba yang memperoleh ampunan dan keberkahan.

