Pasca Kebakaran SPBE di Bekasi, Pertamina Salurkan Bantuan dan Siapkan Perbaikan Rumah
HAIJAKARTA.ID – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak kebakaran SPBE PT Indogas Andalan Kita.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan bantuan tersebut diberikan melalui program Pertamina Peduli dan disalurkan setiap hari sejak kejadian.
“Hingga saat ini kami masih menyalurkan bantuan kebutuhan logistik pangan berupa makanan siap saji kepada warga terdampak yang disampaikan melalui posko gabungan,” kata Susanto mengutip kompas.com Selasa, (7/4/2026).
Siapkan Perbaikan Rumah
Selain bantuan logistik, pihak SPBE juga menyatakan komitmennya untuk menangani dampak kerusakan yang dialami warga, termasuk perbaikan rumah yang terdampak kebakaran.
Ia menambahkan, proses perbaikan nantinya akan melibatkan pemerintah setempat agar penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Pertamina juga memastikan pihak SPBE akan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari insiden tersebut.
Terkait dua korban meninggal dunia yang merupakan karyawan SPBE PT Indogas Andalan Kita, Susanto menyebut penanganannya telah ditindaklanjuti oleh pihak SPBE.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda SPBE di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam.
Peristiwa ini menyebabkan puluhan warga terdampak, dengan sejumlah korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain permukiman, kebakaran juga berdampak pada bagian fasilitas, termasuk area SPBE seluas sekitar 2.000 meter persegi, dua kios, satu lapak rongsok, satu lapak nasi goreng, satu mushala yang mengalami kerusakan ringan, serta satu warung kopi.
Pendataan Korban dan Rencana Ganti Rugi
Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengatakan pendataan terhadap rumah dan tempat usaha yang rusak maupun terbakar telah rampung.
“Awalnya 47 KK, tetapi setelah diverifikasi menjadi 39 KK. Itu terdiri dari 35 KK warga Kota Bekasi dan 4 KK warga luar Kota Bekasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, data tersebut akan menjadi dasar dalam pembahasan skema ganti rugi bagi para korban. Pemerintah setempat juga telah menggelar rapat bersama Wakil Wali Kota Bekasi dan berencana mengundang pihak perusahaan untuk membahas tanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Proses ganti rugi segera dibicarakan. Kemudian hari Kamis nanti kami akan rapat dengan mengundang pihak owner PT gas itu,” ujarnya.
Meski demikian, bentuk dan kategori ganti rugi masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut.
“Insyaallah kami tetap mengikuti dan juga mengundang pihak-pihak yang memang harus bertanggung jawab,” tutupnya.
