sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kasus pembunuh anak politisi PKS idap penyakit serius terungkap dalam konferensi pers Polda Banten.

Pelaku berinisial AH (30) diketahui menderita kanker dan nekat melakukan aksi perampokan yang berujung tewasnya Muhammad Axle Herman Miller (9), anak seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, AKBP Dian Setyawan, mengungkapkan bahwa korban sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka tusuk.

“Korban sempat melakukan perlawanan dengan menendang kemaluan pelaku sebelum akhirnya ditusuk,” ujar Dian dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Pelaku Pembunuh Anak Politisi PKS Idap Penyakit Kanker

Polisi menyebut pelaku AH merupakan warga Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, yang bekerja sebagai operator produksi di PT CA.

“Pelaku berinisial AH, warga Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan,” kata AKBP Dian.

Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa pembunuh anak politisi PKS idap penyakit kanker nasofaring stadium lanjut dan rutin menjalani kemoterapi sejak 2020.

“Yang bersangkutan menderita cancer nasofaring stadium tiga dan rutin kontrol kemoterapi setiap minggu di RS wilayah Semanggi,” jelasnya.

Motif di Balik Aksi Kejahatan

Menurut penyidik, motif utama pelaku adalah ekonomi. AH sempat meraup keuntungan besar dari investasi kripto, namun kehilangan seluruh hartanya karena keserakahan.

“Pelaku sempat bermain kripto dengan modal awal Rp 400 juta dan mendapat keuntungan hingga Rp 4 miliar,” ungkap Dian.

Namun, keuntungan tersebut kembali diinvestasikan hingga mengalami kerugian besar.

“Karena belum puas, dimainkan lagi dan akhirnya kalah,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, pelaku meminjam uang dari berbagai pihak untuk kembali bermain kripto.

“Pinjam uang di Bank Mandiri Rp 700 juta, koperasi kantor Rp 70 juta, dan pinjol Rp 50 juta. Semuanya untuk main kripto lagi, tapi kalah lagi,” tambah Dian.

Polisi juga menemukan percakapan pelaku dengan istrinya sebelum kejadian. Dalam pesan tersebut, AH mengisyaratkan niat melakukan tindak kriminal.

“Sempat chat ke istrinya, apabila keadaan semakin amblas, yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal,” kata Dian.

Istri pelaku saat itu hanya membalas dengan kata “Astaghfirullah”.

Kronologi Pembunuhan Anak Politisi PKS

Peristiwa tragis ini terjadi saat hujan lebat. Pelaku datang ke rumah korban dan memencet bel sebanyak empat kali, namun tak mendapat respons.

“Karena tidak ada respons, pelaku memanjat masuk ke dalam rumah,” ujar Dian.

Pelaku kemudian mencongkel jendela kamar pembantu dan masuk ke rumah dengan mengenakan masker, helm full face, sarung tangan, dan sepatu.

Di lantai satu, pelaku sempat mencoba membuka brankas, namun gagal. Ia lalu naik ke lantai dua dan masuk ke kamar korban.

“Pelaku melihat korban sedang bermain ponsel di atas kasur, lalu memberi isyarat agar diam,” kata Dian menirukan keterangan pelaku.

Pelaku sempat menanyakan keberadaan ayah korban dan lokasi kunci brankas. Saat korban mengaku tidak tahu, pelaku membawa korban ke kamar orang tuanya.

Saat hendak mengikat korban, Axle melakukan perlawanan.

“Korban dua kali menendang kemaluan pelaku, menendang lutut dan siku,” jelas Dian.

Perlawanan tersebut membuat pelaku gelap mata.

“Dari situ pelaku langsung menusuk korban. Korban sempat berteriak, lalu ditusuk kembali,” ujarnya.

Setelah menusuk korban, pelaku kembali ke lantai satu untuk mencoba membuka brankas, namun tetap gagal.

“Karena tidak berhasil, pelaku melarikan diri lewat jendela pembantu dan kabur menggunakan sepeda motor,” kata Dian.

Kasus pembunuh anak politisi PKS idap penyakit kanker ini kini terus didalami polisi untuk melengkapi berkas perkara dan proses hukum selanjutnya.