Pemprov DKI Larang Plastik Hitam untuk Daging Kurban Idul Adha 2026, Warga Diminta Pakai Besek!
HAIJAKARTA.ID- Pemprov DKI larang plastik hitam untuk daging Kurban Idul Adha 2026, warga diminta pakai besek?
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), masyarakat dan panitia penyelenggara kurban diimbau untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai, terutama plastik berwarna hitam, dalam proses pembagian daging kurban kepada warga.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengurangi timbulan sampah plastik yang selama ini meningkat signifikan setiap momentum Hari Raya Idul Adha.
Selain dinilai mencemari lingkungan, penggunaan plastik sekali pakai juga dianggap kurang sehat karena sebagian plastik hitam berasal dari bahan daur ulang yang tidak direkomendasikan untuk kontak langsung dengan makanan.
Ketua Subkelompok Pengelolaan Sampah DLH DKI Jakarta, RM Aldin Praka, mengatakan masih banyak panitia kurban yang menggunakan kantong plastik sebagai wadah distribusi daging.
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan volume sampah dalam waktu singkat, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.
Menurutnya, pengurangan penggunaan plastik menjadi langkah sederhana namun penting dalam menciptakan pelaksanaan Idul Adha yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Besek Bambu dan Daun Pisang Jadi Alternatif Ramah Lingkungan
Sebagai pengganti plastik sekali pakai, Pemprov DKI Jakarta mendorong masyarakat memanfaatkan wadah tradisional dan ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, maupun wadah makanan guna ulang yang dibawa langsung oleh penerima daging kurban.
Penggunaan besek bambu dinilai memiliki banyak manfaat karena lebih mudah terurai secara alami serta mampu mengurangi pencemaran lingkungan.
Selain itu, penggunaan daun pisang juga dianggap lebih higienis dan memiliki nilai budaya lokal yang selama ini mulai ditinggalkan masyarakat perkotaan.
DLH DKI Jakarta menilai kebiasaan membawa wadah sendiri juga dapat membangun kesadaran baru di tengah masyarakat mengenai pentingnya pengurangan sampah rumah tangga.
“Lebih baik menggunakan wadah anyaman atau wadah sendiri untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” ujar Aldin dalam kegiatan sosialisasi daring yang digelar di Jakarta.
Imbauan tersebut sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat bahwa pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya berkaitan dengan nilai keagamaan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Konsep Eco Qurban Kembali Diperkuat
Kampanye pengurangan plastik dalam pembagian daging kurban sebenarnya bukan hal baru di Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI telah memperkenalkan konsep “Eco Qurban” sejak beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih baik.
Eco Qurban merupakan konsep pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang mengutamakan prinsip perlindungan lingkungan hidup, mulai dari pengelolaan limbah hingga penggunaan kemasan ramah lingkungan.
Dalam penerapannya, panitia kurban diimbau untuk:
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
- Memilah sampah organik dan non-organik
- Menjaga kebersihan lokasi pemotongan hewan
- Mengelola limbah darah dan sisa pemotongan dengan baik
- Menggunakan wadah alami atau kemasan yang dapat digunakan ulang
Konsep tersebut diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan yang sering muncul saat pelaksanaan kurban, terutama di wilayah padat penduduk seperti Jakarta.
Lonjakan Sampah Saat Idul Adha Jadi Sorotan
Setiap perayaan Idul Adha, volume sampah di Jakarta biasanya mengalami peningkatan cukup signifikan.
Sampah plastik dari pembagian daging kurban menjadi salah satu penyumbang terbesar selain limbah sisa pemotongan hewan.
Kondisi ini kerap menjadi perhatian pemerintah daerah karena dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari pencemaran saluran air hingga penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara.
Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah plastik berpotensi menyumbat drainase dan memperparah risiko banjir saat musim hujan.
Selain itu, limbah plastik juga membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong perubahan pola distribusi daging kurban agar lebih ramah lingkungan dan tidak menambah beban sampah perkotaan.
Panitia Kurban Diminta Aktif Sosialisasi
DLH DKI Jakarta juga meminta seluruh panitia pemotongan hewan kurban untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan wadah ramah lingkungan.
Panitia diminta mulai menyampaikan imbauan kepada warga jauh sebelum pelaksanaan Idul Adha agar masyarakat memiliki waktu menyiapkan wadah sendiri dari rumah.
Selain itu, pengurus masjid dan panitia kurban diharapkan dapat menjadi contoh dalam penerapan pembagian daging tanpa plastik sekali pakai.
Pemerintah berharap langkah kecil tersebut dapat menciptakan perubahan besar dalam budaya masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik.
DKI Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Higienis
Selain fokus pada pengelolaan lingkungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan kesiapan hewan kurban yang masuk ke ibu kota dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Pemprov DKI disebut telah berkoordinasi dengan sejumlah daerah pemasok hewan kurban untuk melakukan pengawasan kesehatan hewan secara ketat menjelang Idul Adha 2026.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan guna memastikan hewan bebas dari penyakit menular serta memenuhi standar kesehatan pangan bagi masyarakat.
Pemerintah juga memastikan pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilakukan secara tertib, higienis, dan sesuai aturan kesehatan yang berlaku.
Harga Hewan Kurban Disebut Masih Stabil
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha, Pemprov DKI Jakarta memastikan harga hewan kurban di wilayah ibu kota masih relatif stabil.
Kondisi tersebut dinilai cukup positif karena dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah kurban tanpa terbebani lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Pemerintah daerah optimistis stok hewan kurban tahun ini mencukupi kebutuhan masyarakat Jakarta, terutama setelah koordinasi dilakukan bersama daerah pemasok sapi, kambing, dan domba dari berbagai wilayah di Indonesia.
