Pengendara Motor Terlindas Bus Transjakarta di Gunung Sahari hingga Tewas, Ini Kronologinya
HAIJAKARTA.ID – Insiden pengendara motor terlindas Bus Transjakarta di Gunung Sahari terjadi di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/3/2026) malam.
Kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebut kecelakaan bermula saat sepeda motor mencoba masuk ke jalur khusus bus Transjakarta.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menjelaskan kejadian itu terekam dalam kamera dashboard kendaraan di lokasi.
Menurut Komarudin, dari rekaman tersebut terlihat pengendara motor mencoba menyalip kendaraan untuk masuk ke jalur busway dengan ruang yang sangat sempit.
“Berdasarkan rekaman dashcam kendaraan, terlihat sepeda motor berusaha masuk ke jalur Transjakarta dengan cara menyalip. Padahal jaraknya sangat sempit,” ujar Komarudin, Kamis (5/3/2026).
Kronologi Pengendara Motor Terlindas Bus Transjakarta di Gunung Sahari
Dalam peristiwa pengendara motor terlindas Bus Transjakarta di Gunung Sahari, sepeda motor yang dikendarai SP (23) saat itu berboncengan dengan rekannya MGP (20).
Ketika mencoba masuk ke jalur busway, motor tersebut diduga menabrak separator pembatas jalur bus.
Akibat benturan tersebut, pengendara motor terjatuh tepat di jalur bus Transjakarta yang sedang dilintasi kendaraan.
Komarudin menjelaskan jarak antara sepeda motor dengan bus yang melintas sangat dekat sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari.
“Karena jaraknya sangat dekat dengan bus Transjakarta yang melintas, akhirnya korban terseret oleh bus tersebut,” kata Komarudin.
Akibat kejadian itu, SP dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara rekannya, MGP, mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.
Polisi menyebut MGP belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam proses perawatan medis.
Polisi Periksa Sopir Bus Transjakarta
Pasca kejadian pengendara motor terlindas Bus Transjakarta di Gunung Sahari, polisi juga telah memeriksa sopir bus yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Komarudin memastikan kondisi sopir dalam keadaan sehat saat mengemudikan bus.
“Sopir bus sudah selesai dimintai keterangan. Dari pemeriksaan awal, kondisinya sehat saat mengemudi,” ungkap Komarudin.
Versi Transjakarta Soal Kecelakaan
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, turut menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan rekaman kamera pengawas.
Menurut Ayu, kecelakaan terjadi ketika pengendara motor mencoba menyalip bus dari sisi kiri dengan kecepatan tinggi untuk masuk ke jalur busway.
“Sepeda motor menabrak separator, kemudian terjatuh di jalur bus dan terjadi kontak dengan bus yang melaju sekitar 40 kilometer per jam,” ujar Ayu.
Korban meninggal dunia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Cikini, Jakarta Pusat. Sementara korban yang mengalami luka-luka dirawat di RS Hermina Podomoro, Jakarta Utara.
Armada bus Transjakarta yang terlibat dalam kecelakaan juga telah diamankan oleh pihak kepolisian di Unit Laka Lantas Pancoran.
Transjakarta juga telah menyerahkan rekaman CCTV kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan.
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada pihak kepolisian. Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Ditlantas Polda Metro Jaya,” kata Ayu.
Pihak Transjakarta juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tragis tersebut dan mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki jalur busway.
“Kami turut berduka atas kejadian ini dan mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati serta tidak memasuki jalur bus demi keselamatan bersama,” tambah Ayu.
