Penyebab Jemaah di Surabaya Ribut Usai Salat Id yang Viral, Ternyata Masih Anak SMP!
HAIJAKARTA.ID – Keributan antarjemaah terjadi usai salat Idulfitri 2026 di Masjid Kemayoran dan viral di media sosial. Insiden tersebut dipicu kesalahpahaman sepele yang melibatkan remaja, diduga masih berusia setingkat SMP.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, (21/3/2026) saat khatib sedang menyampaikan khotbah. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah jemaah terlibat aksi saling pukul dan tendang, sementara jemaah lain berusaha melerai hingga aparat kepolisian turun tagan untuk mengamankan situasi.
Marbot masjid, Dedi Kurniawan mengungkapkan bahwa keributan bermula dari kesalahpahaman terkait sebuah ponsel.
“Awalnya salah paham. Nggak ada korban, cuma sudah sampai tonjok-tonjokan. Si sebelah ini informasinya ngambil HP, ternyata si sebelah enggak terima. Sama-sama ngototnya,” katanya pada Minggu, (22/3/2026).
Ternyata Masih Anak SMP
Dedi menjelaskan bahwa pihak yang terlibat dalam keributan tersebut diduga masih berusia remaja, bahkan setingkat pelajar SMP. Hal ini membuat emosi mereka lebih mudah tersulut hingga berujung aksi kekerasan.
“Namanya anak-anak ya, SMP lah. Akhirnya enggak bisa nahan emosi,” ucapnya.
Meski sempat memicu kepanikan, keributan berhasil dilerai dengan cepat oleh jemaah lain dan aparat kepolisian yang berada di lokasi. Situasi pun kembali kondusif tanpa adanya korban dalam kejadian tersebut.
“Alhamdullilah aman terkendali. Saya nggak tahu (secara langsung) kejadiannya, kebetulan tugas di dalam. Itu hari pertama Idul Fitri, 21 Maret 2026,” kata Dedi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga emosi terutama di momen ibadah yang seharusnya berlangsung khusyuk dan penuh kedamaian.
Reaksi Warganet
Video keributan tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang menyayangkan aksi kekerasan yang terjadi di tempat ibadah, terlebih saat momen Idulfitri.
“Apapun alasannya, itu tidak benar,” tulis akun @junediban***
Sementara itu, akun @cak mat.* menulis dalam bahasa Jawa, “Wes ora tepak blas,” yang berarti sudah sangat tidak pantas dilakukan.
Komentar serupa juga disampaikan akun @mars***, “Wes ngawor iku,” yang dapat diartikan sebagai sudah keterlaluan atau tidak masuk akal.
Adapun akun @Anis Ans*** mengingatkan pentingnya kesadaran hukum. “betulas kudu sadar hukummm dulur,” yang berarti memang seharusnya sadar hukum, saudara.

