Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Memahami perbedaan bus Double Decker dan SHD penting bagi calon penumpang sebelum memesan tiket perjalanan jarak jauh.

Kedua jenis bus ini sama-sama populer di Indonesia, namun memiliki desain, fungsi, hingga segmentasi penumpang yang berbeda.

Bus SHD (Super High Deck) merupakan pengembangan dari bus High Deck (HD), sementara HDD (High Deck Double Decker) adalah bus dengan konfigurasi dua tingkat kabin. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Bus SHD?

Bus Super High Deck (SHD) memiliki dek yang jauh lebih tinggi dibandingkan bus HD biasa.

Dengan tinggi bodi sekitar 3,9 meter, SHD menawarkan ruang bagasi bawah yang sangat luas.

Secara umum, SHD dilengkapi suspensi lebih halus sehingga perjalanan terasa nyaman, terutama saat melintasi jalan yang kurang rata.

Desainnya juga modern dan kerap digunakan untuk perjalanan wisata maupun layanan antarkota reguler.

Pada varian Jetbus SHD, posisi wiper atas mengarah ke atas dengan pangkal berada di pembatas antara kaca atas dan bawah.

Apa Itu Bus HDD (High Deck Double Decker)?

Dalam pembahasan perbedaan bus Double Decker dan SHD, bus HDD menjadi sorotan karena memiliki konfigurasi dua tingkat kabin.

Bus HDD adalah bus bertingkat dengan dek bawah tinggi seperti HD, ditambah dek atas untuk penumpang. Tingginya bisa mencapai atau bahkan melebihi 4 meter.

Bus ini sering dipakai untuk perjalanan rombongan besar atau layanan premium. Posisi dek atas memberikan sudut pandang lebih luas, membuat pengalaman perjalanan semakin menarik.

Tren bus High Deck sendiri mulai berkembang sekitar 2009 ketika model seperti New Marcopolo dari karoseri Adiputro, Trisakti Phoenix, dan Laksana Legacy diperkenalkan.

Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012, penggunaan bus jenis ini semakin meningkat di Indonesia.

Rincian Perbedaan Bus Double Decker dan SHD

Berikut ini rincian perbedaan yang jarang diketahui terkait bus double decker dan SHD, diantaranya adalah:

1. Ketinggian Bodi

Dalam aspek tinggi kendaraan, SHD memiliki tinggi sekitar 3,9 meter. Sementara HDD dapat melampaui 4 meter.

Perbedaan ini memengaruhi tampilan eksterior serta kapasitas ruang di dalam bus.

2. Desain Kabin dan Lantai

SHD menggunakan satu lantai tinggi (high deck) dengan ruang bagasi luas di bagian bawah.

Sebaliknya, HDD memiliki konfigurasi dua tingkat kabin, yang bisa berupa kombinasi kursi duduk dan sleeper pod atau lounge premium.

3. Fungsi dan Kenyamanan

SHD umumnya digunakan untuk layanan reguler jarak jauh dengan konfigurasi standar hingga eksekutif.

HDD lebih banyak digunakan untuk layanan premium atau sleeper karena mampu menghadirkan tempat tidur pribadi serta fasilitas hiburan tambahan.

4. Tampilan Kaca Depan

Ciri khas SHD adalah kaca depan terbagi dua dengan pembatas di tengah.

HDD biasanya menggunakan kaca depan besar yang menyatu sehingga terlihat lebih modern dan mewah.

5. Kapasitas Bagasi

Karena lantainya tinggi, SHD unggul dalam kapasitas bagasi bawah.

Pada HDD, sebagian ruang bawah bisa difungsikan sebagai kabin tambahan atau fasilitas lain, sehingga ruang bagasi bisa sedikit lebih kecil dibanding SHD.

6. Segmentasi Penumpang

SHD menyasar penumpang umum dan kelas eksekutif.

HDD ditujukan bagi penumpang premium yang menginginkan privasi, kenyamanan ekstra, serta layanan eksklusif.

7. Perbedaan Harga Tiket

Tiket SHD relatif lebih terjangkau, berkisar Rp100.000-Rp300.000 tergantung rute dan operator.

Sementara HDD untuk layanan premium atau sleeper bisa mencapai Rp300.000-Rp600.000 atau lebih.

Disclaimer: Harga bisa berubah sewaktu-waktu setiap tahunnya

8. Perbedaan Fasilitas

SHD umumnya dilengkapi AC, reclining seat, leg rest, toilet, charger, dan sistem hiburan audio-video.

HDD menawarkan fasilitas lebih lengkap seperti sleeper pod, layar hiburan pribadi, WiFi, lampu baca, tirai privasi, hingga minibar atau snack box.

Dari uraian di atas, perbedaan bus Double Decker dan SHD terletak pada struktur lantai, kapasitas penumpang, segmentasi layanan, hingga fasilitas yang ditawarkan.

SHD lebih cocok untuk perjalanan reguler dengan kapasitas bagasi besar dan harga terjangkau.

Sedangkan HDD unggul dalam hal kenyamanan premium dan pengalaman perjalanan mewah.

Memilih jenis bus sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, jumlah rombongan, serta anggaran yang tersedia.