sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Zakat merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial.

Kehadirannya bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai sarana membangun kepedulian dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam praktiknya, zakat mencerminkan nilai solidaritas, keadilan, dan tanggung jawab terhadap sesama.

Melalui zakat, umat Islam diajak untuk menyadari bahwa setiap harta dan nikmat yang dimiliki mengandung hak orang lain.

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Berikut penjelasan lengkap dalam format listicle agar mudah dipahami.

1. Pengertian

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan setiap Muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kewajiban ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, bahkan bayi yang lahir sebelum Idul Fitri.

Disebutkan bahwa zakat fitrah merupakan jenis zakat yang paling dikenal dan paling banyak dibayarkan masyarakat.

Kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim yang masih hidup hingga akhir Ramadan dan memiliki kecukupan untuk kebutuhan pokok pada hari raya.

Berbeda dari zakat fitrah, zakat mal berkaitan dengan harta kekayaan yang dimiliki dan berkembang.

Inilah salah satu poin utama dalam Perbedaan zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat mal tidak diwajibkan bagi semua orang.

Kewajiban ini hanya berlaku bagi mereka yang hartanya telah mencapai nisab (batas minimum) dan tersimpan atau berkembang selama satu tahun (haul).

Sering kali muncul anggapan bahwa zakat mal hanya diperuntukkan bagi pengusaha besar atau orang yang sangat kaya.

Padahal, tabungan, deposito, emas, hingga investasi juga termasuk objek zakat mal.

Seorang pengamat ekonomi syariah menyebutkan, “Banyak pekerja profesional memiliki simpanan yang cukup besar selama setahun, namun tidak pernah menghitungnya sebagai zakat mal karena merasa dirinya belum termasuk golongan kaya.”

Seorang tokoh agama menjelaskan, “Zakat fitrah diwajibkan sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa dan sebagai wujud kepedulian kepada sesama.”

2. Besaran Zakat

Besaran zakat fitrah umumnya berupa makanan pokok sebanyak 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa.

Di Indonesia, zakat fitrah lazim dibayarkan dalam bentuk beras atau uang yang nilainya setara dengan harga beras yang biasa dikonsumsi.

Praktisi zakat mengingatkan, “Pembayaran zakat fitrah sebaiknya dilakukan sebelum salat Id agar sah dan tepat sasaran.”

3. Objek Harta yang Wajib Dizakatkan

Dalam zakat mal, beberapa jenis harta yang wajib dizakatkan antara lain:

  • Penghasilan atau pendapatan
  • Emas dan perak
  • Hasil pertanian
  • Hewan ternak
  • Hasil perdagangan
  • Investasi dan tabungan

Poin ini menjadi bagian penting dalam memahami Perbedaan zakat fitrah dan zakat mal, karena zakat fitrah tidak mempertimbangkan jenis harta.

5. Waktu Pembayaran

Perbedaan mendasar lainnya terletak pada waktu pembayaran:

  • Zakat mal: Dibayarkan setelah harta mencapai nisab dan haul (1 tahun).
  • Zakat fitrah: Ditunaikan menjelang Idul Fitri dan sebelum salat Id.

6. Sifat Kewajiban

  • Zakat mal: Wajib bagi Muslim yang hartanya telah memenuhi nisab.
  • Zakat fitrah: Wajib bagi setiap Muslim tanpa memandang kondisi ekonomi, selama memiliki kecukupan kebutuhan pokok pada hari raya.

7. Bentuk Zakat

Dalam praktiknya, bentuk pembayaran juga menunjukkan Perbedaan zakat fitrah dan zakat mal:

  • Zakat mal: Dibayarkan dalam bentuk uang atau harta sesuai jenis kekayaannya.
  • Zakat fitrah: Berupa makanan pokok atau uang yang senilai dengan makanan pokok tersebut.

8. Tujuan Zakat

Tujuan keduanya juga berbeda meski sama-sama berdampak sosial:

  • Zakat mal: Membersihkan harta dan mendukung kesejahteraan sosial.
  • Zakat fitrah: Membersihkan jiwa setelah Ramadan serta membantu fakir miskin agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak.