Pertamina Minta Maaf Soal BBM Langka di Bali, SPBU Disiapkan Buka 24 Jam di Empat Wilayah!
HAIJAKARTA.ID- PT Pertamina (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali menyusul kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.
Sebagai langkah penanganan, Pertamina mempercepat distribusi BBM dan menyiapkan operasional SPBU selama 24 jam di empat wilayah Bali.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf tersebut setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Denpasar, Selasa (13/10/2026).
Simon mengakui gangguan distribusi BBM telah berdampak pada masyarakat yang harus mengantre lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar.
Pertamina pun menyatakan akan melakukan berbagai langkah perbaikan agar pasokan kembali tersalurkan dengan lebih lancar.
SPBU Buka 24 Jam di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan
Salah satu langkah yang ditempuh Pertamina untuk mengatasi antrean adalah memperpanjang jam operasional sejumlah SPBU menjadi 24 jam penuh.
Kebijakan ini menyasar empat wilayah, yakni Kota Denpasar serta Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Operasional 24 jam mulai diberlakukan di Denpasar dan Badung pada Selasa (13/10/2026) malam, sedangkan penerapannya di Gianyar dan Tabanan direncanakan menyusul dalam satu hingga dua hari berikutnya.
Sebanyak 92 SPBU di Denpasar dan Badung disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam guna membantu mengurai antrean kendaraan yang mengular di sejumlah lokasi.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, Pertamina juga berkoordinasi dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) guna menambah tenaga operator di lapangan.
Penambahan petugas diperlukan agar pelayanan tetap berjalan optimal meskipun SPBU beroperasi sepanjang hari.
Informasi mengenai jam operasional dan ketersediaan stok BBM juga diminta disampaikan secara jelas kepada masyarakat.
Dengan demikian, konsumen dapat mengetahui kondisi SPBU sebelum mengisi bahan bakar.
Gangguan Kapal Tanker Jadi Salah Satu Penyebab
Pertamina menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi distribusi BBM di Bali adalah kendala teknis pada kapal pengangkut ketika proses bongkar muat berlangsung.
Simon mengatakan, gangguan pada bagian jangkar kapal menyebabkan jadwal sandar dan pembongkaran BBM mengalami keterlambatan.
Proses yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/10/2026) pukul 06.30 WITA baru dapat dilakukan sekitar pukul 22.00 WITA.
Keterlambatan tersebut berdampak pada proses penyaluran BBM menuju jaringan SPBU. Kondisi ini kemudian menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan bahan bakar di tingkat penyalur.
Selain kendala teknis, Pertamina juga mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM bersubsidi, terutama Pertalite.
Perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi turut disebut sebagai salah satu faktor yang memengaruhi tingginya permintaan.
Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa kendala distribusi dan peningkatan konsumsi tersebut bukan alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat terhadap BBM.
Pertamina Percepat Distribusi dan Tambah Pasokan
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Provinsi Bali melakukan sejumlah langkah penanganan.
Upaya tersebut mencakup peningkatan pasokan melalui armada kapal yang tersedia, peninjauan langsung ke lokasi penyandaran kapal tanker, serta percepatan distribusi BBM dari depo menuju SPBU.
Selain memperpanjang jam operasional SPBU, Pertamina juga menyiapkan dukungan tenaga kerja agar pelayanan kepada konsumen tetap berlangsung selama 24 jam.
Laporan detikBali pada 13 Oktober 2026 turut menyebutkan bahwa operasional Depo Pertamina Sanggaran dan Manggis direncanakan berjalan 24 jam.
Jumlah armada distribusi BBM juga disiapkan untuk ditingkatkan dari 90 menjadi 105 armada.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran bahan bakar ke berbagai wilayah yang mengalami antrean, sekaligus membantu memulihkan pelayanan di SPBU.
Pertamina Minta Maaf kepada Masyarakat Bali
Simon menegaskan bahwa pemulihan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi perhatian utama perusahaan.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga akibat antrean BBM dalam beberapa hari terakhir.
Pertamina juga meminta petugas SPBU memberikan informasi mengenai stok dan jam operasional secara terbuka.
Informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh kepastian saat hendak mengisi bahan bakar.
Di sisi lain, penerapan operasional 24 jam dan percepatan distribusi menjadi langkah yang perlu dipantau efektivitasnya, terutama dalam mengurangi waktu tunggu konsumen serta menjaga ketersediaan BBM di berbagai wilayah.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari Pertamina mengenai ketersediaan BBM dan operasional SPBU di wilayah masing-masing.

