Prediksi Jadwal Pencairan Bansos 2026: PKH, BPNT, PIP Hingga Bantuan Beras, Ini Rincian Lengkapnya!
HAIJAKARTA.ID- Prediksi jadwal pencairan bansos 2026 dan masyarakat mulai aktif mencari kepastian terkait jadwal pencairan berbagai program bantuan sosial (bansos) pemerintah.
Hingga akhir Februari 2026, pemerintah memang belum merilis kalender resmi penyaluran bansos tahun ini.
Namun, apabila merujuk pada pola distribusi tahun sebelumnya, skema pencairan diperkirakan tidak akan mengalami perubahan signifikan.
Sejumlah program utama seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Program Sembako,
Program Indonesia Pintar (PIP), serta bantuan pangan beras kemungkinan tetap berjalan dengan mekanisme bertahap melalui bank-bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) maupun PT Pos Indonesia agar menjangkau penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia.
Berikut rincian prediksi jadwal dan nominal bansos 2026 berdasarkan pola sebelumnya.
Program Keluarga Harapan (PKH) 2026
Program Keluarga Harapan merupakan bantuan sosial bersyarat yang menyasar keluarga miskin dan rentan. Program ini umumnya dicairkan setiap tiga bulan atau per triwulan.
Prediksi Tahapan Pencairan PKH 2026:
- Tahap 1: Januari – Maret
- Tahap 2: April – Juni
- Tahap 3: Juli – September
- Tahap 4: Oktober – Desember
Estimasi Besaran Bantuan per Tahap:
- Ibu hamil dan balita: Rp750.000 (Rp3.000.000 per tahun)
- Siswa SD: Rp225.000 (Rp900.000 per tahun)
- Siswa SMP: Rp375.000 (Rp1.500.000 per tahun)
- Siswa SMA: Rp500.000 (Rp2.000.000 per tahun)
- Lansia dan penyandang disabilitas berat: Rp600.000 (Rp2.400.000 per tahun)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000 per tahap
Besaran bantuan disesuaikan dengan komponen yang dimiliki dalam satu keluarga penerima manfaat (KPM). Dalam satu keluarga bisa menerima lebih dari satu komponen bantuan sesuai kriteria.
BPNT / Program Sembako 2026
Berbeda dengan PKH, Bantuan Pangan Non-Tunai atau BPNT disalurkan setiap bulan.
Nominal BPNT 2026:
- Rp200.000 per bulan per KPM
Dana bantuan disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau mitra resmi yang telah ditunjuk pemerintah.
Dalam kondisi tertentu, pemerintah bisa mencairkan bantuan secara rapel dua bulan sekaligus tergantung kebijakan fiskal dan kesiapan anggaran.
Bantuan Pangan Beras
Selain bantuan tunai dan non-tunai, pemerintah juga menjalankan program bantuan pangan berupa beras untuk menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat.
Skema Umum Bantuan Beras:
- 10 kilogram beras per bulan per KPM
Penyaluran bisa dilakukan per bulan atau sekaligus dua bulan (one shoot), menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat dan kondisi distribusi di lapangan.
Program Indonesia Pintar (PIP) 2026
Bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah, Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi bantuan penting untuk menunjang kebutuhan pendidikan.
Prediksi Termin Pencairan:
- Termin 1: Januari – April
- Termin 2: Mei – Agustus
- Termin 3: September – Desember
Perkiraan Nominal Tahunan:
- SD/sederajat: Rp450.000
- SMP/sederajat: Rp750.000
- SMA/SMK/sederajat: Rp1.800.000
Untuk siswa baru atau kelas akhir, nominal bantuan biasanya diberikan sebesar 50 persen dari total bantuan tahunan.
Cara Cek Status Penerima Bansos 2026
Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bansos secara mandiri melalui kanal resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia.
1. Melalui Website Resmi
- Akses: https://cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data wilayah (provinsi hingga desa/kelurahan)
- Isi nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode captcha
- Klik “Cari Data”
2. Melalui Aplikasi Resmi Kemensos
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store
- Masukkan NIK KTP
- Lengkapi verifikasi
- Cek status kepesertaan
Apabila nama sudah terdaftar namun dana belum diterima, kemungkinan masih dalam proses administrasi atau verifikasi bank penyalur.
Karena jadwal pencairan bisa berubah sewaktu-waktu, masyarakat diimbau untuk hanya mengacu pada pengumuman resmi dari Kementerian Sosial, pemerintah daerah, maupun bank penyalur.
Hindari informasi tidak jelas yang beredar di media sosial agar terhindar dari hoaks.

