sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kasus pria asal Banten dipukul tabung LPG 3 kg gegara tagih uang gas menghebohkan warga di Kabupaten Serang.

Seorang pria bernama Aris Munandar (34) nyaris kehilangan nyawa setelah dianiaya secara brutal menggunakan tabung gas elpiji oleh pelanggannya sendiri.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Desa Pringwulan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Korban mengalami luka serius di bagian kepala setelah dipukul berkali-kali menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram.

Pelaku yang diketahui bernama Jaenudin kini telah berhasil ditangkap polisi setelah sempat melarikan diri selama beberapa hari.

Kronologi Pria Asal Banten Dipukul Tabung LPG 3 Kg Gegara Tagih Uang Gas

Kapolsek Pamarayan Yusuf Ependi menjelaskan peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (25/2) sekitar pukul 16.40 WIB di rumah pelaku yang berada di Kampung Pakusaji.

Menurutnya, saat itu korban datang untuk mengantarkan pesanan gas LPG milik pelaku.

Ia menyebut korban membawa puluhan tabung gas sesuai pesanan.

“Korban datang ke rumah pelaku untuk mengantarkan sekitar 20 tabung gas LPG yang sebelumnya dipesan,” ujar Yusuf saat memberikan keterangan, Kamis (12/3/2026).

Namun setelah pesanan diantar, pelaku tidak segera membayar gas tersebut yang total nilainya mencapai sekitar Rp400 ribu.

Korban kemudian menunggu pembayaran di rumah pelaku.

Yusuf menjelaskan bahwa korban memilih menunggu di teras rumah hingga uang tersebut dibayarkan.

“Karena pembayaran belum diberikan, korban akhirnya menunggu di teras rumah pelaku sambil menanti uang gas tersebut,” jelasnya.

Korban Dipukul Berkali-kali dengan Tabung Gas

Saat korban sedang duduk menunggu pembayaran, pelaku tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung menyerang.

Polisi menyebut pelaku memukul korban secara brutal menggunakan tabung gas LPG.

“Pelaku memukul korban dari belakang dengan tabung gas LPG sekitar sepuluh kali sampai korban terjatuh,” ungkap Yusuf.

Korban sempat mencoba bangkit, namun pelaku kembali memukul hingga korban jatuh lagi.

Aksi kekerasan itu bahkan tetap dilakukan saat korban sudah tidak berdaya.

Yusuf menyebut pelaku menutup kepala korban dengan karung sebelum kembali memukulnya menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram berwarna hijau.

“Setelah korban terjatuh, pelaku menutup kepala korban memakai karung lalu kembali menghantamnya dengan tabung LPG 3 kilogram,” tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan bersimbah darah di bagian kepala.

Beruntung, korban berhasil diselamatkan setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Pelaku Jadi Buron

Usai melakukan penganiayaan, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang dalam kondisi kritis.

Pelaku diketahui sempat bersembunyi di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Setelah buron selama kurang lebih dua minggu, polisi akhirnya berhasil menangkap Jaenudin di tempat persembunyiannya di Desa Citereup, Kecamatan Panimbang, Rabu (11/3).

Penangkapan dilakukan oleh tim Unit Reskrim Polsek Pamarayan.

Saat ini pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif pasti penganiayaan tersebut.

Namun dugaan sementara menyebut pelaku melakukan aksi brutal tersebut karena emosi saat ditagih pembayaran gas.

Yusuf menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami alasan pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Untuk motifnya masih diselidiki lebih lanjut, tetapi dugaan sementara pelaku merasa kesal terhadap korban karena ditagih uang dari beli tabung tersebut,” ujarnya.