Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Insiden kekerasan mengejutkan terjadi di Karawang. Kasus pria bersajam serang SPPG Karawang viral di media sosial setelah dua pelaku diduga melakukan penyerangan dan perusakan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Klari Pancawati II.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (17/3/2026) malam dan diduga dipicu konflik utang pribadi yang berujung aksi brutal menggunakan senjata tajam.

Kronologi Pria Bersajam Serang SPPG Karawang

Berdasarkan keterangan Badan Gizi Nasional (BGN), dua pelaku datang menggunakan sepeda motor dan langsung mencari petugas keamanan yang sedang berjaga di lokasi.

Cekcok antara pelaku dan korban tidak terhindarkan hingga situasi memanas.

Pelaku kemudian mengacungkan senjata tajam jenis golok dan melakukan penyerangan di area SPPG.

Petugas keamanan berusaha menyelamatkan diri dengan berlindung di ruang loker relawan. Namun, pelaku terus melakukan aksi perusakan.

Pelaku bahkan merusak pintu menggunakan senjata tajam hingga jebol dan berhasil masuk ke dalam ruangan.

Akibat kejadian pria bersajam serang SPPG Karawang ini, korban mengalami luka akibat sabetan senjata serta serpihan kaca.

Selain itu, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, termasuk pintu dan peralatan di lokasi.

Dipicu Masalah Utang Rp12 Juta

Dari hasil penelusuran awal, konflik ini diduga bermula dari persoalan penggelapan uang setoran sepeda motor senilai sekitar Rp12 juta.

Ketegangan meningkat saat korban meminta pertanggungjawaban kepada pelaku.

Perselisihan tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan bersenjata tajam di area pelayanan publik.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Hasilnya, satu pelaku berhasil diamankan, sementara satu lainnya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan situasi.

Pelaku Akan Diproses Hukum

Menanggapi insiden pria bersajam serang SPPG Karawang, Badan Gizi Nasional menegaskan tidak akan mentoleransi aksi kekerasan terhadap fasilitas publik.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan proses hukum berjalan tegas.

Ia menegaskan bahwa pelaku akan diproses secara hukum tanpa kompromi dan keamanan seluruh SPPG menjadi prioritas utama.

Sony juga menyebut bahwa kejadian ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan serangan terhadap fasilitas negara yang melayani masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya mengecam keras tindakan tersebut dan akan mengawal proses hukum hingga tuntas.

Lebih lanjut, BGN berkomitmen memperkuat sistem keamanan di seluruh titik layanan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk penguatan sistem pengamanan dan mitigasi risiko di lapangan.

Meski terjadi insiden, BGN memastikan operasional program pelayanan di SPPG Karawang tetap berjalan dengan pengawasan yang lebih ketat.

Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan petugas serta keberlangsungan layanan bagi masyarakat.