Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Program KUR BRI 2026 kembali menjadi tumpuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di awal 2026.

Pemerintah bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara resmi melanjutkan penyaluran KUR BRI 2026 dengan skema bunga rendah dan cicilan terjangkau guna memperkuat permodalan sektor produktif.

KUR BRI dirancang sebagai solusi pembiayaan bagi pelaku usaha yang memiliki usaha layak dan berjalan, namun masih menghadapi keterbatasan akses kredit perbankan konvensional.

Dengan bunga tetap 6 persen per tahun, program ini diharapkan mampu mendorong UMKM untuk naik kelas dan memperluas skala usaha secara berkelanjutan.

Instrumen Strategis Penggerak Ekonomi Rakyat

Pemerintah menempatkan KUR sebagai salah satu instrumen utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Melalui subsidi bunga, beban cicilan pelaku UMKM menjadi lebih ringan sehingga modal usaha dapat dialokasikan secara optimal untuk produksi dan ekspansi pasar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan KUR terus disesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini, terutama bagi sektor-sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan ekspor.

“Untuk sektor produksi, termasuk pertanian, perdagangan, dan ekspor, tidak dibatasi. Artinya, penarikan KUR dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Airlangga dalam keterangan sebelumnya.

Realisasi KUR Capai Rp253 Triliun, Perempuan Dominasi Debitur

Berdasarkan data Kementerian UMKM, realisasi penyaluran KUR nasional hingga Desember 2025 telah mencapai Rp253 triliun dengan jumlah penerima sekitar 4,3 juta debitur.

Menariknya, lebih dari 51 persen penerima KUR merupakan perempuan, mencerminkan peran penting pembiayaan ini dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Sebagai bank penyalur terbesar, BRI mencatatkan penyaluran KUR sebesar Rp130,2 triliun kepada 2,84 juta debitur hingga September 2025, atau sekitar 74,4 persen dari total alokasi KUR BRI tahun lalu.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa mayoritas KUR disalurkan ke sektor produksi, dengan pertanian sebagai kontributor utama.

“Sektor pertanian menyerap pembiayaan hingga Rp58,37 triliun atau sekitar 44,83 persen dari total KUR BRI,” jelasnya.

Jenis Program KUR BRI 2026

Pada 2026, BRI menyediakan dua skema utama KUR yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha:

1. KUR Mikro

  • Plafon hingga Rp50 juta
  • Tanpa agunan tambahan
  • Cocok untuk usaha mikro yang sedang bertumbuh

2. KUR Kecil

  • Plafon Rp50 juta hingga Rp500 juta
  • Ditujukan bagi UMKM yang ingin ekspansi lebih besar
  • Agunan menyesuaikan ketentuan bank

Kedua jenis KUR ini dapat digunakan untuk modal kerja maupun investasi usaha, dengan tenor fleksibel hingga 5 tahun.

Simulasi Angsuran KUR BRI Januari 2026

Sebagai gambaran, berikut kisaran cicilan KUR BRI dengan bunga 6 persen per tahun:

  • Rp10 juta: mulai Rp198 ribu – Rp865 ribu per bulan
  • Rp25 juta: mulai Rp495 ribu – Rp2,16 juta
  • Rp50 juta: mulai Rp990 ribu – Rp4,32 juta
  • Rp100 juta: mulai Rp1,98 juta – Rp8,65 juta

Besaran cicilan menyesuaikan tenor pinjaman, mulai dari 12 hingga 60 bulan.

Syarat dan Cara Pengajuan KUR BRI 2026

Persyaratan Umum:

  • Memiliki usaha produktif dan layak
  • Usaha telah berjalan minimal 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit produktif lain dari bank
  • Memiliki dokumen administrasi (KTP, KK, surat usaha/IUMK)
  • Pengajuan KUR dapat dilakukan melalui:
  • Online melalui laman resmi KUR BRI
  • Offline dengan mendatangi kantor cabang BRI terdekat

Setelah pengajuan, petugas bank akan melakukan verifikasi dan survei usaha sebelum pencairan dana.

Dengan bunga rendah, proses pengajuan yang relatif mudah, serta dukungan penuh pemerintah, KUR BRI 2026 tetap menjadi salah satu alternatif pembiayaan paling realistis bagi pelaku UMKM.

Program ini tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga menjadi penggerak utama penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.