Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen Gegara Banjir Tangerang, Tinggi Air Capai 1 Meter
HAIJAKARTA.ID – Ratusan hektar sawah terancam gagal panen gegara banjir Tangerang yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.
Luapan air sungai tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengancam sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencatat sekitar 50 ribu warga terdampak banjir sejak Minggu (11/1/2026) hingga Selasa (13/1/2026). Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, pemerintah daerah mengerahkan tim medis ke lokasi terdampak.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan kehadiran tim medis menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga selama bencana berlangsung.
“Dinas Kesehatan bersama tenaga dokter kami turunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat,” ujar Maesyal.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan pascabanjir sangat rentan memicu berbagai penyakit, sehingga layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.
“Banjir seperti ini berisiko menimbulkan penyakit karena lingkungan tidak higienis, sehingga kehadiran tenaga medis sangat dibutuhkan warga,” jelasnya.
Puluhan Ribu Warga Terdampak Banjir Tangerang
Selain layanan kesehatan, Pemkab Tangerang juga mulai menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir sebagai penanganan jangka pendek.
“Untuk tahap awal, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat,” kata Maesyal.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyampaikan bahwa banjir masih merendam 18 titik di enam kecamatan. Ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 1 meter.
“Data terbaru menunjukkan sekitar 10 ribu kepala keluarga atau kurang lebih 50 ribu jiwa terdampak banjir,” tutur Taufik.
Dari jumlah tersebut, sekitar seribu warga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian, khususnya dari wilayah Kecamatan Kosambi.
“Sementara ini sekitar 1.000 warga dari Kosambi sudah mengungsi, dan pendataan masih terus kami lakukan,” ujarnya.
Ratusan Hektar Sawah Terendam
Di tengah penanganan warga terdampak, ancaman serius juga menghantui sektor pertanian. Ratusan hektar sawah terancam gagal panen gegara banjir Tangerang, khususnya di Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa.
Luapan Sungai Cimanceri merendam lahan persawahan dengan total luas mencapai 108 hektare. Berdasarkan pantauan di lokasi, hamparan sawah tampak berubah menjadi genangan air luas, dengan batas sungai dan area persawahan nyaris tak terlihat.
Camat Tigaraksa, Cucu Abdulrosyied, menjelaskan banjir tersebut merendam dua blok area persawahan di Desa Margasari.
“Informasi dari kepala dusun menyebutkan sawah yang terdampak berada di dua RW, terdiri dari satu blok seluas 62 hektare dan satu blok lainnya sekitar 46 hektare,” kata Cucu.
Ketua RT setempat, Mat Soleh, menyebut ketinggian air di area persawahan mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Kondisi ini membuat tanaman padi yang masih dalam fase pertumbuhan terancam rusak.
“Airnya setinggi pinggang orang dewasa,” ungkap Soleh.
Ia menambahkan, padi yang ditanam sejak Oktober 2025 seharusnya mulai dipanen pada akhir Januari 2026. Namun, banjir membuat proses panen hampir dipastikan gagal.
“Bisa dipastikan gagal panen, karena padinya juga belum menguning,” ujarnya.
Selain merendam sawah, banjir juga menggenangi sekitar 30 rumah warga di sekitar lokasi persawahan dengan ketinggian air berkisar antara 20 sentimeter hingga lebih dari 1 meter. Meski demikian, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing.
Hingga kini, pemerintah daerah terus memantau perkembangan banjir serta menyiapkan langkah lanjutan untuk penanganan warga dan sektor pertanian yang terdampak.

