Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Operasional bus PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta mengalami penyesuaian layanan pada Senin (9/3/2026).

Kebijakan tersebut dilakukan setelah sejumlah ruas jalan terdampak genangan air serta kerusakan separator jalur busway.

Penyesuaian ini membuat rute Transjakarta dialihkan imbas banjir Jakarta pada beberapa koridor utama.

Tiga rute yang terdampak yakni rute 2A (Pulogadung–Rawa Buaya), rute 3 (Kalideres–Monas), dan rute 3F (Kalideres–GBK).

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Banjir

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan pengalihan rute dilakukan demi menjaga keselamatan operasional bus dan penumpang.

Menurut Ayu, jalur busway mengalami kendala infrastruktur akibat pembatas jalan yang rusak.

“Layanan rute 3 jurusan Kalideres menuju Monas harus dialihkan karena terdapat kendala infrastruktur berupa separator jalur busway yang berantakan,” jelas Ayu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Ia menambahkan, walaupun genangan air di beberapa titik mulai berkurang, operasional rute 2A masih belum dapat berjalan normal.

Ayu menuturkan bahwa banyak separator yang rusak di sepanjang jalur sehingga armada belum bisa melintas dengan aman.

Situasi serupa juga terjadi pada rute 3F sehingga perlu dilakukan penyesuaian lintasan sementara.

Empat Halte Tidak Melayani Sementara

Dampak dari rute Transjakarta dialihkan imbas banjir Jakarta membuat sejumlah halte tidak melayani penumpang untuk sementara waktu.

Empat halte yang terdampak antara lain:

1. Halte Taman Kota

2. Halte Jembatan Gantung

3. Halte Pulo Nangka

4. Halte Jembatan Baru

Selain itu, rute 3E (Sentraland Cengkareng–Puri Kembangan) juga mengalami pemendekan layanan. Armada hanya beroperasi hingga Halte Jembatan Baru karena genangan air setinggi sekitar 50 sentimeter di kawasan Simpang Kembangan.

Gangguan operasional juga berdampak pada layanan Mikrotrans JAK 50 dengan rute Kalideres–Puri Kembangan yang terpaksa dihentikan sementara.

Genangan air dilaporkan terjadi di beberapa ruas jalan seperti Jalan Raya Kresek, Jalan Palapa, Simpang Puri Kembangan, Pasar Laris, hingga Jalan Bojong Raya.

Pihak Transjakarta menyatakan tim di lapangan terus melakukan penanganan agar jalur dapat kembali normal.

“Kami terus mempercepat penanganan di lapangan agar operasional bisa kembali berjalan seperti biasa. Pelanggan juga kami imbau untuk selalu berhati-hati dan memantau informasi rute terbaru,” kata Ayu.

Banjir Picu Kemacetan Parah di Jalan Latumenten

Sementara itu, kondisi lalu lintas di Jalan Latumenten, kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, juga mengalami kemacetan panjang sejak Senin pagi.

Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air setinggi 20–30 sentimeter masih menggenangi lajur paling kiri dari arah Perempatan Grogol menuju Tambora. Meski kendaraan masih bisa melintas, laju kendaraan menjadi sangat lambat.

Genangan bahkan meluas hingga trotoar sehingga sejumlah pejalan kaki terpaksa melepas alas kaki saat melintas.

Seorang juru parkir minimarket di lokasi bernama Jojo mengatakan banjir sudah terjadi sejak dini hari.

“Banjir sudah terjadi sejak Minggu waktu sahur. Kemarin malah lebih tinggi sampai setinggi betis dan airnya sempat masuk ke dalam minimarket,” tuturnya.

Kemacetan di Jalan Latumenten juga dipicu proyek pembangunan flyover yang saat ini masih berlangsung. Proyek tersebut membuat lebar jalan menyempit sehingga memperlambat arus kendaraan.

Selain itu, tingginya intensitas kereta yang melintas di perlintasan sebidang turut memperparah antrean kendaraan.

Jojo menyebut kemacetan sebenarnya sudah sering terjadi di kawasan tersebut.

“Di kawasan ini tanpa banjir saja sudah sering macet karena ada proyek pembangunan dan perlintasan kereta,” ujarnya.

Salah satu pengendara, Alwan (23), mengaku terjebak kemacetan cukup lama saat hendak menuju Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan.

Ia menyebut kemacetan pada Senin pagi memang biasa terjadi, namun kondisi kali ini jauh lebih parah dari biasanya.

“Macetnya parah sekali. Biasanya Senin pagi memang padat, tetapi sekarang jauh lebih parah. Saya sudah sekitar 15 menit di sini dan kendaraan baru maju beberapa meter, padahal gedung rumah sakit sudah terlihat,” kata Alwan.

Situasi ini membuat masyarakat diminta memperhatikan perkembangan informasi transportasi terkini, terutama karena rute Transjakarta dialihkan imbas banjir Jakarta yang masih berdampak pada layanan di beberapa koridor.