Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kejadian menyedihkan terjadi saat amplop santunan kakak beradik yatim asal Riau dijambret menyita perhatian publik setelah kisah pilu dua anak yatim di Pekanbaru viral di media sosial.

Dua bersaudara tersebut, Alim (10) dan Rama (8), harus kehilangan uang santunan yang baru saja mereka terima untuk kebutuhan Lebaran.

Kejadian itu berlangsung di Jalan Unggas, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Riau, saat keduanya berjalan kaki pulang menuju rumah.

Kronologi Amplop Santunan Kakak Beradik Yatim Asal Riau Dijambret

Dalam insiden amplop santunan kakak beradik yatim asal Riau dijambret, pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor dan langsung merampas amplop yang dipegang Alim.

Uang santunan sebesar Rp1,5 juta yang rencananya akan digunakan untuk membeli kebutuhan Lebaran pun raib dibawa kabur pelaku.

Alim hanya bisa pasrah melihat uang tersebut hilang, sementara dirinya dan sang adik tidak mampu mengejar pelaku.

Kedua anak tersebut diketahui baru saja menerima santunan dari Masjid Al Ikhlas yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Peristiwa amplop santunan kakak beradik yatim dijambret meninggalkan kesedihan mendalam bagi korban.

Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli baju Lebaran sekaligus membantu kebutuhan keluarga.

Kedua anak itu bahkan sempat menangis saat menceritakan kejadian yang mereka alami.

Mereka menyampaikan bahwa uang santunan tersebut akan dipergunakan untuk kebutuhan Lebaran dan diserahkan kepada sang ibu.

Aksi Cepat Anggota DPRD Pekanbaru

Di balik kejadian tersebut, muncul kisah haru yang mengundang simpati. Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, turun tangan membantu kedua anak yatim tersebut.

Ia mengaku mengetahui kejadian tersebut dari media sosial, kemudian langsung mencari alamat korban.

Zulkardi menjelaskan bahwa dirinya menelusuri alamat korban hingga akhirnya menemukan kediaman mereka di Jalan Unggas, Kecamatan Bukitraya, dan kemudian mengajak kedua anak itu ke rumahnya.

“Saya mencari alamat korban sampai akhirnya ketemu. Mereka tinggal bersama ibunya di Jalan Unggas, Kecamatan Bukitraya, lalu saya jemput untuk dibawa ke rumah,” ujar Zulkardi, Rabu (18/3/2026).

Dibawa Belanja Baju Lebaran hingga Diberi Bantuan

Setelah mengetahui kondisi korban, Zulkardi langsung mengajak Alim dan Rama ke pusat perbelanjaan untuk membeli perlengkapan Lebaran.

Ia menyebut bahwa kedua anak tersebut kembali ceria dan bersemangat saat diajak membeli baju Lebaran.

“Mereka kembali ceria dan semangat saat diajak membeli baju Lebaran,” kata Zulkardi.

Tak hanya baju, keduanya juga dibelikan peci, sepatu, hingga perlengkapan sekolah.

Zulkardi mengungkapkan bahwa Alim sempat mengatakan tas sekolahnya sudah rusak, sehingga dirinya langsung membelikan dua tas baru untuk mereka.

“Alim menyampaikan bahwa tas sekolahnya sudah rusak, sehingga saya membelikan dua tas sekolah untuk mereka,” tuturnya.

Selain itu, Zulkardi juga mengaku bahagia melihat senyum kedua anak tersebut setelah sempat mengalami kejadian yang menyedihkan.

Ia menuturkan bahwa dirinya merasa senang melihat kebahagiaan mereka dan tidak ingin keduanya terus larut dalam kesedihan akibat peristiwa penjambretan tersebut.

Uang Santunan Diganti

Tidak berhenti sampai di situ, Zulkardi juga mengganti uang santunan yang hilang akibat penjambretan.

Ia bahkan memberikan tambahan Tunjangan Hari Raya (THR) agar kedua anak tersebut tetap bisa merasakan kebahagiaan Lebaran.

Zulkardi mengatakan bahwa dirinya bersyukur memiliki rezeki untuk mengganti uang dalam amplop tersebut serta memberikan THR agar mereka bisa merayakan Lebaran dengan bahagia.

“Alhamdulillah ada rezeki, saya mengganti uang dalam amplop tersebut dan memberikan THR agar mereka bisa berbahagia saat Lebaran,” ujarnya.

Selain bantuan tersebut, keluarga korban juga mendapatkan sembako dan diajak berbuka puasa bersama.

Kasus amplop santunan kakak beradik yatim dijambret di Riau kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Polsek Bukitraya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penjambretan yang meresahkan masyarakat tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keamanan di lingkungan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, ketika aktivitas warga meningkat.