Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Rekayasa lalu lintas Kota Tua akan diberlakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dengan menutup sejumlah ruas jalan di kawasan Jakarta Barat mulai akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026.

Pengaturan ini dilakukan untuk mendukung rangkaian kegiatan Jakarta Kota Sinema sekaligus menyambut perayaan Imlek.

Pengaturan arus kendaraan tersebut akan diterapkan di sekitar pusat kegiatan Kota Tua, dengan sejumlah titik jalan tidak dapat dilalui kendaraan umum maupun pribadi dalam periode tertentu.

“Akan melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk pelaksanaan sejumlah kegiatan dalam rangka mendukung Jakarta Kota Sinema sekaligus menyambut Imlek di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat,” kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Susilo Dewanto, dikutip dari keterangan pers, Minggu (18/1/2026).

Ruas Jalan yang Ditutup Selama Kegiatan Kota Tua

Penyesuaian arus lalu lintas dilakukan dengan menutup beberapa ruas jalan di kawasan Kota Tua yang menjadi lokasi utama kegiatan.

Adapun jalan yang terdampak penutupan meliputi:

  • Jalan Teh
  • Jalan Cengkeh
  • Jalan Kunir 2 Dalam.

Kegiatan utama Jakarta Kota Sinema akan dipusatkan di dua lokasi, yakni Gedung Jasindo dan Gedung Cipta Niaga, yang berada di kawasan tersebut.

Jadwal Penutupan Jalan dan Pengamanan Petugas

Setiap ruas jalan akan ditutup pada waktu yang berbeda sesuai dengan agenda kegiatan.

  • Jalan Teh dijadwalkan ditutup pada 30–31 Januari 2026, sementara
  • Jalan Cengkeh akan ditutup mulai 3 hingga 7 Februari 2026.

Penutupan juga mencakup area lokasi sementara (loksem) pedagang pada 31 Januari sampai 1 Februari 2026. Sementara itu, Jalan Kunir 2 Dalam dijadwalkan ditutup pada 26 Februari 2026.

Selain pengaturan arus lalu lintas kendaraan, Dishub DKI Jakarta juga menyiapkan 110 personel untuk menjaga kelancaran kegiatan dan lalu lintas di sekitar lokasi.

“Kami kerahkan 110 petugas yang terbagi dalam 3 sif termasuk penempatan petugas pada dua veneu Gedung Jasindo dan Cipta Niaga,” ujar Susilo.

Dishub mengimbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan dan mematuhi arahan petugas selama rekayasa lalu lintas berlangsung guna menghindari kepadatan di kawasan Kota Tua.