Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan publik dunia setiap kali isu kejahatan seksual elite global mencuat.

Meski telah meninggal dunia pada 2019, bayang-bayang skandal yang melibatkan dirinya masih menyisakan banyak pertanyaan, teori, dan kemarahan publik. Lantas, siapa sebenarnya Jeffrey Epstein?

Awal Kehidupan dan Karier Jeffrey Epstein

Jeffrey Edward Epstein lahir di Brooklyn, New York, pada 20 Januari 1953. Ia memulai kariernya bukan sebagai pengusaha besar, melainkan sebagai guru matematika di sebuah sekolah elit. Namun, karier tersebut tidak bertahan lama.

Epstein kemudian beralih ke dunia keuangan dan berhasil membangun citra sebagai investor jenius. Ia mendirikan perusahaan manajemen keuangan sendiri dan dikenal mengelola dana klien-klien superkaya, meski sumber kekayaannya kerap dipertanyakan karena minim transparansi.

Nama Epstein semakin dikenal karena kedekatannya dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia, mulai dari politikus, pengusaha, selebritas, hingga bangsawan internasional. Ia memiliki berbagai properti mewah, termasuk pulau pribadi di Kepulauan Virgin AS yang kemudian dijuluki publik sebagai “Pulau Seks”.

Gaya hidup mewah Epstein, ditambah jaringan pertemanan kelas atas, membuatnya seolah kebal hukum selama bertahun-tahun.

Skandal besar mulai terungkap pada pertengahan 2000-an, ketika Epstein dituduh melakukan pelecehan dan eksploitasi seksual terhadap puluhan anak di bawah umur. Banyak korban mengaku direkrut dengan modus pijat berbayar yang berujung kekerasan seksual.

Pada 2008, Epstein sempat menjalani hukuman ringan melalui kesepakatan hukum yang kontroversial. Namun, pada 2019 ia kembali ditangkap dengan dakwaan perdagangan seks anak lintas negara, yang memicu kemarahan publik luas.

Kematian Jeffrey Epstein

Jeffrey Epstein ditemukan meninggal dunia di sel tahanan penjara New York pada Agustus 2019. Pihak berwenang menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri, namun banyak pihak meragukan kesimpulan tersebut.

Keamanan penjara yang dianggap lalai, kamera pengawas yang tidak berfungsi, serta fakta bahwa Epstein berpotensi membongkar nama-nama besar, membuat kematiannya melahirkan berbagai teori konspirasi yang hingga kini belum sepenuhnya terjawab.

Meski Epstein telah tiada, kasusnya belum benar-benar selesai. Beberapa nama besar yang diduga memiliki hubungan dengannya masih menjadi sorotan publik.

Para korban pun terus menuntut keadilan, sementara dunia mempertanyakan bagaimana kejahatan sebesar ini bisa berlangsung begitu lama tanpa tersentuh hukum.