Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Sule singgung konflik warisan di Koma Live in Concert saat tampil mengejutkan di Istora Senayan, pada Sabtu (14/2/2026). Komedian bernama asli Entis Sutisna itu mendadak muncul setelah penampilan duet Mahalini bersama Rizky Febian dan Adrian Khalif, memicu sorakan histeris penonton.

Momen tersebut diawali dengan layar besar di atas panggung yang tiba-tiba menampilkan Sule tengah mengendarai motor menuju area konser dengan memakai pakaian serba putih dan topi warna hitam.

Tak lama kemudian, ia naik ke panggung dan langsung membawakan lagu “Susis” yang disambut meriah oleh ribuan penonton. Namun kejutan tak berhenti di situ. Di bagian akhir lagu, Sule memplesetkan lirik yang langsung menjadi perhatian publik.

Lirik yang seharusnya berbunyi “Kalo membangkang, urusan bakal panjang,” seketika diganti menjadi “urusan warisan bakal panjang.” Pergantian lirik tersebut diduga merujuk pada konflik warisan yang tengah dihadapi Sule dengan Teddy Pardiyana.

Konflik Warisan Kembali Memanas

Perseteruan warisan antara Teddy Pardiyana dan keluarga Sule, khususnya anak-anak mendiang Lina Jubaedah, kembali mencuat pada awal Februari 2026. Polemik yang sempat mereda karena masa penahanan Teddy itu kini kembali bergulir di jalur hukum.

Melalui kuasa hukumnya, Teddy Pardiyana mengajukan permohonan penetapan ahli waris ke Pengadilan Agama Bandung pada Desember 2025. Ia mengupayakan legalitas hak waris untuk dirinya dan anaknya, Bintang, atas harta peninggalan almarhumah Lina Jubaedah.

Hingga pertengahan Februari 2026, proses persidangan dan mediasi masih berlangsung. Rizky Febian diketahui sempat menghadiri sidang mediasi pada 10 Februari 2026.

Pihak Sule dan Rizky Febian memberikan respons keras terhadap tuntutan tersebut dengan mempertanyakan keberadaan sejumlah aset yang diduga digelapkan dengan nilai mencapai Rp 5 miliar.

Aksi Sule di atas panggung yang menyinggung “urusan warisan” pun langsung menjadi bahan perbincangan publik, terlebih karena konflik hukum tersebut hingga kini belum menemukan titik akhir.