Syarat Lengkap KUR Bank BJB 2026: Bunga 6 Persen, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan!
HAIJAKARTA.ID- Syarat lengkap KUR Bank BJB 2026, ini dokumen yang perlu diperlukan untuk pelaku UMKM yang membutuhkan modal usaha.
Pemerintah terus memperkuat pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026.
Salah satu bank penyalur yang aktif mendukung program tersebut adalah menyediakan berbagai skema KUR dengan bunga ringan dan persyaratan yang relatif terjangkau.
Program KUR menjadi instrumen strategis pemerintah untuk menjaga pertumbuhan sektor produktif, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing UMKM di tengah dinamika perekonomian nasional.
Hingga memasuki 2026, pemerintah masih mempertahankan suku bunga KUR sebesar 6 persen per tahun sebagai bentuk keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil.
Tiga Dokumen Utama yang Wajib Disiapkan
Bagi masyarakat yang berencana mengajukan KUR Bank bjb pada 2026, terdapat tiga kelompok dokumen utama yang wajib dipersiapkan sejak awal agar proses pengajuan berjalan lancar.
1. Dokumen Identitas
Dokumen ini digunakan untuk memastikan keabsahan identitas pemohon maupun badan usaha. Beberapa berkas yang perlu dilampirkan antara lain:
- Fotokopi KTP pemohon dan pasangan (suami/istri) yang masih berlaku
- NPWP, khusus untuk pengajuan dengan plafon di atas Rp50 juta
- Fotokopi Kartu Keluarga
- Akta nikah, surat cerai, atau surat kematian (jika diperlukan)
- Fotokopi KTP pengurus badan usaha
- Fotokopi KTP pemilik agunan beserta pasangan apabila agunan bukan atas nama badan usaha
- Dokumen legalitas usaha yang masih berlaku
- AD/ART badan usaha
- Bukti pendaftaran badan usaha dari pengadilan setempat
- NPWP atas nama badan usaha
2. Dokumen Usaha
Selain identitas, bank juga menilai kelayakan usaha melalui dokumen pendukung usaha, meliputi:
- Surat Keterangan Usaha (SKU) dari instansi berwenang
- Bukti pembayaran pajak usaha beserta SPT
- Laporan keuangan tahunan minimal dua tahun terakhir
Dokumen ini menjadi dasar penilaian bank terhadap keberlangsungan usaha dan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban cicilan.
3. Dokumen Agunan
Untuk jenis KUR tertentu, khususnya KUR Kecil dengan plafon di atas Rp100 juta, pemohon diwajibkan menyiapkan agunan. Bentuk agunan dapat berupa:
- Tanah atau bangunan dengan bukti kepemilikan sah
- Ruko, toko, los pasar, atau lapak usaha
- Kendaraan bermotor hingga roda enam
- Mesin produksi atau alat berat
- Persediaan barang usaha (khusus pola kemitraan)
- Personal guarantee atau corporate guarantee sesuai ketentuan bank
- Jangka Waktu dan Skema Pembiayaan
Pada 2026, Bank bjb masih menyediakan jangka waktu pembiayaan yang fleksibel.
Untuk modal kerja, tenor pinjaman dapat mencapai 36 hingga 48 bulan, sementara pembiayaan investasi bisa mencapai 60 hingga 84 bulan, tergantung pada status debitur dan jenis KUR yang diajukan.
Skema angsuran disesuaikan dengan karakteristik usaha, termasuk pola angsuran reguler maupun pola siklus untuk sektor pertanian dan usaha musiman.
Dorong UMKM Lebih Produktif
Penyaluran KUR diarahkan agar sebagian besar dana masuk ke sektor produktif, seperti pertanian, perdagangan, industri kecil, dan jasa.
Kebijakan ini dinilai mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Dengan persyaratan yang semakin jelas dan proses yang terus disederhanakan, KUR Bank bjb diharapkan tetap menjadi solusi permodalan yang efektif bagi UMKM di tahun 2026.
