Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Ramadhan sebentar lagi, dan umat islam kembali bersiap menyambut bulan suci dengan berbagai persiapan, termasuk memahami syarat wajib puasa yang harus dipenuhi agar ibadah uang dijalankan benar-benar sah sesuai ketentuan syariat.

Mengetahui ketentuan puasa sejak awal menjadi penting karena tidak semua orang otomatis dibebani kewajiban untuk berpuasa. Dalam ajaran islam terdapat syara-syarat tertentu yang menjadi dasar apakah seseorang wajib menjalankan puasa Ramadhan atau justru mendapatkan keringanan.

Syarat Wajib Puasa yang Harus Dipenuhi

Syarat wajib puasa merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

Seseorang yang tidak memenuhi syarat wajib maka, gugurlah tuntutan kewajiban kepadanya. Adapun firman Allah Swt dalam surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur’ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur

Maka dari itu, inilah syarat wajib puasa yang haruas dipenuhi:

1. Beragama Islam

Secara mutlak dasar kewajiban puasa ialah bagi ia yang beragama islam, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183:

اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah: 183)

2. Baligh

Bagi seorang muslim yang telah baligh diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan. Mereka yang belum sampai usia baligh seperti, anak kecil tidak ada kewajiban untuk berpuasa Ramadhan. Namun orang tua wajib melatih anak untuk berpuasa sejak usianya 7 tahun.

3. Berakal

Syarat ketiga berpuasya yaitu berakal, yang sempurna atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk.

Seseorang yang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk atau cacat mental maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankan ibadah puasa. Terkecuali orang yang mabuk dengan sengaja maka ia diwajibkan menjalankan ibadahn puasa di kemudian hari (mengganti di hari selain bulan Ramadhan atau qadha).

4. Sehat

Syarat wajib berpuasa, ialah bagi orang yang sehat. Orang yang sedang sakit tidak wajib berpuasa Ramadhan namun, ia wajib menggantinya pada hari lain ketika telah sembuh.

Sebagaimana berdasarkan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 185 yang telah disampaikan tadi.

Jenis penyakit yang membolehkan seseorang tidak berpuasa adalah penyakit yang akan bertambah parah apabila ia tetap melaksanakan ibadah puasa.

5. Mampu

Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan hanya kepada orang yang masih mampu untuk melakukannya. Sementara bagi orang yang lemah atau sudah lansia, secara fisik memang tidak memungkinkan lagi melakukan puasa tidak diwajibkan untuk berpuasa.

Syarat Sah Puasa

Mengacu pada buku Tuntunan Puasa menurut Al Quran dan Sunah karya Alik al Adhim, syarat sah puasa merupakan ketentuan yang wajib dipenuhi agar ibadah puasa yang dijalankan seseorang dinilai sah secara hukum di hadapan Allah SWT.

1. Niat

Puasa wajib, termasuk puasa Ramadhan, harus disertai niat. Apabila seseorang berpuasa Ramadhan tanpa niat, maka puasanya dinyatakan tidak sah. Ketentuan ini berbeda dengan puasa sunnah yang masih memperbolehkan niat dilakukan pada siang hari.

2. Beragama Islam

Puasa hanya sah bagi orang yang beragama Islam. Puasa yang dilakukan oleh selain Muslim tidak memiliki nilai ibadah dan tidak mendapatkan balasan pahala.

3. Suci dari Haid dan Nifas

Perempuan yang sedang mengalami haid atau nifas tidak sah menjalankan puasa. Jika tetap berpuasa dalam kondisi tersebut, puasanya dianggap tidak sah.

4. Dilaksanakan pada Hari yang Diperbolehkan Berpuasa

Puasa yang dilakukan pada hari-hari yang dilarang dalam Islam tidak sah, bahkan hukumnya menjadi haram. Hari-hari yang dilarang berpuasa meliputi: Hari Raya Idulfitri pada 1 Syawal, Hari Raya Iduladha pada 10 Zulhijjah, hari Tasyrik pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah, puasa sunnah yang dilakukan hanya pada hari Jumat, serta puasa pada hari Syak, yaitu tanggal 30 Syaban ketika masih terdapat keraguan mengenai awal Ramadhan.

Mengapa Syarat Wajib Puasa Penting Dipahami Sejak Awal Ramadhan?

Beberapa hal berukut ini merupakan alasan mengapa syarat wajib puasa yang perlu diketahui diantaranya:

1. Menjamin keabsahan ibadah puasa, memenuhi syarat sah puasa memastikan ibadah yang dijalankan bernilai dan diterima secara hukum Islam.

2. Menghindari kesalahan yang sering tidak disadari, pemahaman yang baik membantu mencegah puasa menjadi tidak sah akibat kelalaian terhadap ketentuan syariat.

3. Membantu menjalankan puasa dengan lebih tenang, dengan mengetahui syarat-syaratnya membuat umat Islam beribadah tanpa keraguan.

4. Memberikan kejelasan tentang kewajiban dan keringanan, syarat sah puasa menjadi dasar adanya kewajiban mengganti puasa atau memperoleh keringanan tertentu.

5. Menyesuaikan ibadah dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunah. Pemahaman ini menjaga puasa tetap sesuai ajaran Islam yang benar.