sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Taksi listrik tabrak separator busway di Ragunan setelah mengalami kecelakaan tunggal di sekitar Simpang Ragunan, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/2/2026) malam. Kendaraan tersebut menabrak pembatas jalur TransJakarta sebelum akhirnya dievakuasi ke pool perusahaan taksi diduga karena pengemudi mengantuk.

Kasat Lantas Polresta Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian dan memastikan penanganan langsung dilakukan sesaat setelah insiden terjadi.

“Sudah dicek oleh Unit Pasar Minggu, itu semalam yang ditabrak separator terus ditarik ke pool taksinya dia di Pancoran,” kata Kasat Lantas Polresta Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto, Sabtu (7/2/2026).

Taksi Listrik Tabrak Separator Basway di Ragunan, Polisi Duga Pengemudi Mengantuk

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi pengemudi yang mengantuk saat berkendara. Hal ini menyebabkan kendaraan kehilangan kendali hingga menabrak separator busway.

“Informasi tadi, katanya pengemudinya ngantuk jadi nabrak separator itu,” jelasnya.

Mujiyanto menambahkan, pengemudi dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka serius akibat insiden tersebut.

“Dia mau pulang ke pool itu. Dia dari arah Jagakarsa mau belok kanan ke arah Warung Buncit. Dari Ragunan mau ke arah Pasar Minggu, mau balik ke pool,” pungkasnya.

Tidak Ada Korban, Kendaraan Langsung Dievakuasi

Mujiyanto memastikan kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Proses evakuasi kendaraan dilakukan pada malam yang sama dengan bantuan petugas gabungan.

“Korban nggak ada, kemudian sudah bersih langsung semalam. Itu dibantu sama petugas TransJakarta sama unit kita,” ungkapnya.

Saat kejadian, taksi listrik tersebut diketahui tidak sedang membawa penumpang. Setelah dievakuasi dari lokasi, kendaraan langsung dibawa ke pool taksi di kawasan Pancoran.

Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi agar memastikan kondisi fisik tetap prima saat berkendara, khususnya pada malam hari, guna mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.